Jaksa Sebut Sambo Sempat Ditodong Pistol oleh Ajudan
Ferdy Sambo yang sudah memakai sarung tangan hitam lalu mendekati Brigadir J untuk memastikan sudah tidak bernyawa lagi.
Tak hanya itu, Putri dan Sambo pun memberikan hadiah sebagai imbalan telah membantu untuk mengeksekusi Brigadir J. Sambo memberikan amplop putih berisikan mata uang asing.
Baca juga: Uni Emirat Arab Bantu Rumah Sakit Makassed Palestina, Kucurkan Dana Rp 385 Miliar
Baca juga: Warga Jordania Luapkan Kemarahan, Bocah 12 Tahun Tewas Dalam Kerusuhan Sepak Bola
Baca juga: Arab Saudi Tangkap Gembong Narkoba, Barang Bukti Senilai Rp 38,6 Miliar Disita
Rinciannya, Bripka RR senilai Rp 500 juta, Kuat Maruf Rp 500 juta dan Bharada E Rp 1 miliar. Namun, uang itu janji akan diberikan setelah kondisinya sudah aman.
Kemudian, Ferdy Sambo juga memberikan hadiah handphone mewah kepada ketiga ajudannya itu. Alasannya, menggantikan ponsel ketiganya yang telah rusak.
"Ferdy Sambo memberikan handphone merek Iphone 13 Pro Max sebagai hadiah untuk menggantikan handphone lama yang telah dirusak atau dihilangkan agar jejak komunikasi peristiwa merampas nyawa korban Nofriansyah Yoshua Hutabarat tidak terdeteksi," ungkap Jaksa. Jaksa mengungkapkan bahwa Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf tak menolak hadiah yang diberikan Ferdy Sambo tersebut.
Sempat Ditodong
Ferdy Sambo ternyata sempat ditodong pistol ajudannya sendiri seusai membunuh Brigadir J. Ajudan itu diketahui bernama Adzan Romer.
Insiden itu bermula saat Ferdy Sambo selesai mengeksekusi Brigadir J di Rumah Dinasnya di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Usai kejadian itu, Sambo keluar dari rumah melalui pintu dapur menuju garasi.
Saat itulah, Ferdy Sambo tak sengaja berpapasan dengan Adzan Romer. Kala itu, Romer tengah akan masuk ke dalam rumah karena kaget mendengar adanya suara tembakan.
"(Saksi Adzan Romer) secara spontan menodongkan senjata apinya ke arah terdakwa Ferdy Sambo, dan Ferdy Sambo mengatakan kepada saksi Adzan Romer, 'ibu di dalam'," kata Jaksa.
Setelah itu, Adzan Romer pun masuk ke dalam rumah dinas Ferdy Sambo dan bertemu dengan Bharada E. Ferdy Sambo pun kembali masuk ke dalam rumah dan bertemu dengan Bharada E dan Romer.
Sambo kemudian menjelaskan terkait skenario rekayasa baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E. Hal itu karena Brigadir J telah melecehkan istrinya Putri Candrawathi. Ferdy Sambo pun sempat menyalahkan Adzan Romer karena tidak bisa menjaga istrinya.
"Sambo kembali berpura-pura melayangkan sikutnya ke arah Adzan Romer dan berkata, 'kamu tidak bisa menjaga ibu!'," ungkap Jaksa.
Kemudian, Ferdy Sambo masuk ke dalam kamar untuk menjemput Putri Candrawathi lalu diantar ke rumah pribadinya di Jalan Saguling, Duren Tiga oleh Bripka Ricky Rizal.
Gemetaran
Anak buah Ferdy Sambo sempat mengetahui ada yang tidak beres dari keterangan soal kematian Brigadir Yosua. Khususnya soal Ferdy Sambo yang tak berada di lokasi saat Brigadir J.
Baca juga: Qatar Batasi Liputan Media Asing Selama Piala Dunia 2022, Rekaman Video Dimanapun Harus Ada Izin
Baca juga: BEDA Gaya Ferdy Sambo dengan Putri, Kuat & Bripka RR, Sambo Pakai Batik
Baca juga: Jaksa: Ferdy Sambo Perintahkan Brigadir J Jongkok, lalu Berteriak ke Bharada E: "Kau Tembak Cepat"
Hal itu terungkap oleh empat anak buah Ferdy Sambo yaitu Chuck Putranto, Arif Rachman Arifin, Baiquni Wibowo, dan Ridwan Rhekynellson Soplanit. Saat itu keempatnya, kaget karena keterangan yang disampaikan Sambo ternyata berbeda.
Sebab, mereka melihat rekaman CCTV Ferdy Sambo ternyata berada di Duren Tiga saat Brigadir J masih hidup. Mereka menonton rekaman CCTV itu melalui laptop Baiquni di rumah Soplanit di Duren Tiga, Jakarta Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Brigadir-J-Masih-Bergerak-Gerak-Kesakitan-Usai-Ditembak-Bharada-E-Ferdy-Sambo-Menghabisinya.jpg)