Kupi Beungoh
100 Hari Kerja dan Stabilitas Politik Aceh
Selama Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki memimpin, situasi politik di Aceh terkesan stabil dan tidak terlalu banyak dinamika yang muncul.
Oleh Muhammad Zaldi*
Setelah seratus hari kerja Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, kini mulai muncul berbagai pertanyaan mendasar tentang apa saja yang sudah dilakukan oleh Pj Gubernur selama ini.
Apa visi misinya untuk Aceh yang sedang ia pimpin hingga setahun atau bahkan dua tahun ke depan.
Tentunya masyarakat berharap agar ada target yang ingin di capai, kendati ia tidak dipilih langsung oleh masyarakat Aceh.
Konon lagi dalam awal-awal kepemimpinannya, banyak tersiar di berbagai media online maupun cetak bahwa ia telah selesai dengan dirinya sendiri, bahkan memiliki niatan baik untuk Aceh.
Entah kalimat semacam ini hanyalah bahasa politisi atau memang niat yang tulus dari dalam hati.
Negarawan tidak boleh hanya tahu secara umum apa yang baik bagi manusia, dia juga harus bisa memutuskan secara benar dalam situasi tertentu bahwa suatu tindakan akan menjamin kebaikan.
Pandangan inilah yang menjadi klaim awal dari filsuf Yunani Kuno, Aristoteles (384-322 SM) atas kajian politiknya.
Baca juga: Pj Gubernur Aceh Silaturahmi dengan HUDA, Marzuki: Saya Ingin Aceh Maju
Aristoteles berpandangan, di dalam politik kita tidak sekedar meningkatkan penyempurnaan akal (pengetahuan), tapi juga memerlukan kehendak yang jujur.
Pemikiran filsafat politik Aristoteles ini sempat diperjelas oleh Political Reseacher dari Oxford Michael J. White. Direktur studi struktur spasial dalam sains sosial ini dalam karyanya menulis bahwa hal mendasar dan asumsi yang cukup berkesan untuk Yunani telah dibuat oleh Aristoteles.
Ia menyebutkan, filsuf Aristoteles mengklaim bahwa apa yang memberikan kehidupan manusia suatu signifikansi adalah fakta yang keberadaannya berdasarkan ‘tujuan kebaikan’ dimana semua tindakan manusia idealnya harus diarahkan.
Aristoteles juga menekankan tujuan pemerintahan haruslah mampu menciptakan tindakan yang mengantarkan kebaikan kepada kumpulan masyarakatnya. Pandangan ini diulas Aristoteles pada buku I, bagian I, La Politica.
Kini, setelah seratus hari kerja Pj Gubernur Aceh, apa yang kita rasakan hanyalah ruang sunyi tanpa siulan apapun. Masyarakat rasanya tidak tahu sudah sejauh mana progres dalam pemerintahan di bawah komando Achmad Marzuki.
Apa yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Aceh kali ini terkesan tidak di ekspose, padahal masyarakat membutuhkan informasi tentang apa-apa saja yang sudah dilakukan dan sedang dilakukan.
Dari beberapa informasi yang berhasil dihimpun, ada beberapa hal yang memang jauh dari pemberitaan. Misalnya, di sektor perhubungan dan pariwisata, Achmad Marzuki kini sedang memperjuangkan agar bandara SIM menjadi Center of Umrah.
Baca juga: Pj Gubernur Aceh Ajak Semua Pihak Terlibat dalam Penanganan Stunting
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Muhammad-Zaldi.jpg)