Kupi Beungoh
Refleksi 100 Hari Iswanto, Zakat Serambi, Mall Pelayanan Publik Hingga Komitmen pada Petani
Penugasan dari Menteri Dalam Negeri sebagai penjabat bupati ini dimanfaatkan sebaik baiknya oleh Iswanto untuk mengabdikan diri di kampung halamannya
Selanjutnya penanganan anjing hutan yang membuat masyarakat di Kecamatan Suka Makmur dan Kuta Malaka resah karena ternaknya mati di mangsa anjing.
Akibatnya warga Aceh Besar diminta untuk mengurung ternaknya agar tidak dimangsa anjing.
Untuk menyelesaikan perosoalan ini lagi-lagi Iswanto bergerak cepat dengan mengirimkan tim kolektif bersama BKSDA untuk menyelesaikan keluhan masayarakat yang tinggal dikawasan tersebut.
Baca juga: Aksi ‘Satu Jam Memungut Sampah’ di Objek Wisata Aceh Besar Terus Berlanjut
Tidak berlebihan rasanya menyebut penempatan Iswanto sebagai Pj Bupati Aceh Besar sosok yang tepat di tempat yang tepat.
Hal ini dibuktikan oleh gerak cepat bersilaturahmi ke Jakarta atau biasa disebut menjemput anggaran dari pemerintah pusat untuk menggenjot pembangunan di kabupaten Aceh Besar yang dipimpinya.
Mall Pelayanan Publik dan Birahi Politik
Lambaro sebagai pusat perekonomian Kabupaten Aceh Besar dan kecamatan penyangga Ibukota Provinsi Aceh mempunyai potensi sebagai daerah transit bagi masyarakat yang akan berkunjung ke Banda Aceh.
Bagi masyarakat Aceh Besar, Lambaro adalah pusat sentral bagi wilayah Jantho, Krueng Raya, Lhoong dan Pulo Aceh.
Saat Aceh Besar dipimpin oleh Mukhlis Basyah, salah satu sudut pasar lambaro di revitalisasi dengan membangun pasar bertingkat akan tetapi hingga kepemimpinannya selesai pasar bertingkat yang terletak di depan masjid lambaro ini tak kunjung di operasionalkan.
Pada masa kepemimpinan Mawardi Ali timbul inisiatif menjadikan pasar bertingkat yang dibangun oleh Mukhlis Basyah tersebut sebagai pusat layanan terpadu dan terintegrasi yaitu Mal Pelayanan Publik.
Bangunan berlantai tiga yang terletak di Kecamatan Ingin Jaya ini direncanakan lantai dua akan digunakan untuk segala bentuk pelayanan baik pelayanan Administrasi kependudukan, pelayanan terpadu izin usaha, Koperasi, layanan bpjs kesehatan, unit kerja layanan pajak, PDAM dan pelayanan perbankan.
Tentu apresiasi setinggi-tingginya terhadap keinginan tersebut walau pada akhirnya hingga kepemimpinan Mawardi Ali dan Waled Husaini usai mal pelayanan publik tersebut tak kunjung difungsikan.
Baca juga: 100 Hari Kepemimpinan Iswanto, DPRK Aceh Besar Minta Pj Bupati Evaluasi Kepala OPD Berkinerja Lemah
Puluhan miliar telah digelontorkan untuk mengoperasionalkan mall pelayanan publik tersebut akan tetapi banyaknya akselerasi hingga minim penetrasi.
Padahal masyarakat sangat berharap agar pusat pelayanan terpadu tersebut segera difungsikan agar memudahkan masyarakat yang tinggal di Krueng Raya, Lhoong, Pulo Aceh untuk mengurus administrasi kependudukan tanpa harus ke Ibukota Aceh Besar Jantho.
Penulis berkeyakinan bahwa Muhammad Iswanto mampu mewujudkan keinginan masyarakat Aceh Besar agar segera melauching Mall Pelayanan Publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sekretaris-DPW-PKB-Aceh-Munawar-AR_Pj-Bupati-Aceh-Besar-Muhammad-Iswanto.jpg)