Kupi Beungoh

Pentingnya Teknologi Digitalisasi Perguruan Tinggi

Seiring perkembangan zaman dan teknologi yang terus berkembang dengan pesat telah ikut memberi berbagai kemudahan bagi umat manusia

Editor: Syamsul Azman
FOR SERAMBINEWS.COM
Hasbaini, S.Pd., M.Pd 

Oleh: Hasbaini, S.Pd., M.Pd

Seiring perkembangan zaman dan teknologi yang terus berkembang dengan pesat telah ikut memberi berbagai kemudahan bagi umat manusia. Kemajuan teknologi revolusi industri 4.0 membawa pengaruh di segala dimensi kehidupan manusia termasuk di dunia pendidikan, bahkan beberapa negera maju di dunia akan menuju revolusi industri 5.0. Pentingnya suatu bangsa untuk menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) demi terciptanya masyarakat yang berkeadilan dan pembangunan kesejahteraan sosial merupakan perwujudan dari upaya mencapai tujuan bangsa yang diamanatkan dalam undang - undang dasar  (UUD) negara republik Indonesia tahun 1945.

Pada sila kelima pancasila menyatakan bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan pembukaan UUD mengamanatkan negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Sebagaimana pesan Ir. Soekarno presiden RI pertama mengatakan, “Bangsa ini harus dibangun dengan mendahulukan pembangunan karakter. Kalau tidak dilakukan bangsa Indonesia akan menjadi bangsa kuli”. Oleh karena itu, pendidikan merupakan usaha mencerdaskan generasi bangsa sebagai penopang kemajuan sebuah negara dan peran perguruan tinggi sangat menentukan akselerasi pembangunan tersebut.

Membangun pendidikan tidak semudah membalikan telapak tangan, diperlukan peran serius dari semua pihak. Para stakeholder harus bersinergi dan berkolaborasi, salah satunya dengan industri, supaya para lulusan bisa tertampung di dunia kerja. Penyusunan kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan industri dan usaha, selebihnya aspek kemandirian. Saat ini dunia pendidikan hanya terkesan hanya mampu menghasilkan lulusan dengan kemampuan yang relatif masih rendah dan sedikit berkompetensi. Pekerjaan rumah ini seakan tidak pernah habisnya, mau kita bawa kemana pendidikan kita, belum lagi dunia pendidikan kerap kali dijadikan komuniti politik dan menjadi isu sesuai kepentingan berbagai pihak, tentunya ini akan berdampak negatif kepada dunia pendidikan itu sendiri. Selain itu mutu dosen dan guru harus menjadi perhatian kita semua, termasuk kesejahteraannya.

Salah satu perbaikan tersebut adalah sistem digitalisasi kampus menuju World Class University, dimana kampus - kampus di Indonesia harus mampu bersaing dengan universitas di negara maju dan berakreditasi internasional. Dengan begitu kita tidak perlu lagi harus melanjutkan pendidikan di luar negeri, tapi cukup di dalam negeri, karena secara mutu sudah berkualitas unggul dan bereputasi internasional.

Ketua umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), M. Budi Djatmiko mengaku, sudah ada ribuan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang telah menjalankan program digitalisasi kampus. Budi (Kompas.com/01/07/22) mengatakan, “Ini adalah amunisi bagi transformasi dan digitalisasi perguruan tinggi”, yang mana merupakan keniscayaan yang perlu dilakukan di semua institusi dan lembaga untuk memudahkan segala bentuk pelayanan dan efesiensi.

Dibalik pandemi covid-19, disisi lainnya telah ikut mempercepat transformasi digitalisasi perguruan tinggi dan banyak institusi/lembaga pendidikan menerapkan sistem tersebut dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar mahasiswa dan dosen, yang familiar disebut dengan “kuliah daring atau kuliah online” dengan mengunakan berbagai aplikasi pada pembelajaran online, diskusi, video conference, atau menyelesaikan tugas dan kuis yang terintegrasi dengan platform pada aplikasi tersebut yang bisa diakses mahasiswa dengan mudah didukung jaringan internet yang memadai. Hari ini kita telah tiba disuatu zaman dimana kertas mulai berkurang digunakan dan data-data disimpan secara digitalisasi, serta sangat mudah dicari bila diperlukan sewaktu - waktu. Disini penulis mencoba merangkum mampaat digitalisasi kampus bagi civitas akademika dengan berbagai kemudahan sebagai berikut:

1. Aksesibilitas belajar

Kegiatan sistem e-learning atau belajar online telah memudahkan mahasiswa dalam mengikuti proses belajar mengajar termasuk mengakses materi. Sedangkan bagi dosen dengan mudah mengirimkan referensi, materi sebelum mengajar dan informasi penting lainnya.

2. Penerimaan mahasiswa baru (PMB)

Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) dengan mengunakan sistem digitalisasi telah meringankan pekerjaan panitia PMB dan para calon mahasiswa bisa mendaftar secara langsung dari rumah tanpa harus harus ke kampus. Serta melalui laman/link PMB, mereka bisa mengakses pengumuman kelulusannya.

3. Pembayaran online

Kemudahan lainnya berupa sistem pembayaran online yaitu kampus hanya memberikan nomor rekening, dimana mahasiswa tanpa harus antrian di loket kampus dan panitia PMB hanya perlu  mengunakan sistem pengecekan digital.

4. Terintegrasi pengelolaan data akademik dan non akademik

Yang tak kalah penting pada kegiatan kampus adalah pengelolaan data seluruh sivitas akademika. Tenaga kependidikan dengan mudah mencari data mahasiswa maupun dosen karena sudah terintegrasi, termasuk jurnal dalam satu platform.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved