Berita Lhokseumawe

Gerhana Matahari Terjadi Hari Ini, tak Bisa Disaksikan di Aceh, 8 November 2022 Gerhana Bulan Total

Gerhana Matahari yang tidak bisa disaksikan di langit Aceh ini merupakan gerhana ketiga yang terjadi pada tahun 2022.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS/SUBUR DANI
Ilustrasi gerhana matahari parsial 

Seperti terhalang cahaya matahari oleh bulan yang menyebabkan terjadinya Gerhana Matahari dan terhalang cahaya matahari oleh bumi yang menyebabkan Gerhana Bulan

Gerhana Matahari terjadi pada fase bulan baru (new moon), sedangkan Gerhana Bulan terjadi pada fase bulan purnama (full moon).

Baca juga: Catat, Tahun 2022 Ini hanya Sekali Gerhana yang Bisa Disaksikan di Aceh, Ini Jadwalnya

Namun tidak setiap bulan baru akan terjadi Gerhana Matahari dan setiap bulan purnama terjadi Gerhana Bulan

Hal ini disebabkan bidang orbit bulan dalam mengitari bumi tidak sejajar dengan bidang orbit bumi dalam mengitari matahari.

Seandainya bidang orbit bulan sama dengan bidang orbit bumi, maka bisa dipastikan pada setiap bulan baru akan terjadi Gerhana Matahari dan setiap bulan purnama terjadi Gerhana Bulan.

Gerhana matahari dikenal ada empat jenis :

Pertama Gerhana Matahari total, di mana saat puncak gerhana terjadi, seluruh piringan matahari ditutupi oleh piringan bulan sehingga matahari terlihat hitam dan memancarkan cahaya korona yang indah. 

Kedua gerhana parsial, di mana saat puncak gerhana terjadi hanya sebahagian piringan matahari ditutupi oleh piringan bulan. 

Ketiga gerhana cincin, dinamai dengan cincin karena saat puncak gerhana terjadi, piringan bulan hanya menutupi pertengahan piringan matahari saja sehingga matahari terlihat bercahaya pada lingkaran pinggir saja yang berbentuk mirip cincin dan pada posisi tengah matahari berwarna hitam. 

Baca juga: Besok Terjadi Gerhana Bulan Total, Bisa Terlihat di Langit Aceh? Ini Penjelasan Ahli Falak

Keempat gerhana hibrida, dimana saat puncak gerhana terjadi, di satu daerah terlihat gerhana matahari total dan di daerah lain terlihat berbentuk gerhana cincin. 

Gerhana jenis terakhir ini tergolong peristiwa gerhana yang relatif jarang terjadi atau langka.

Untuk gerhana bulan dikenal ada tiga macam jenisnya. 

Pertama, gerhana bulan total, di mana saat puncak gerhana seluruh piringan bulan memasuki bayangan umbra (inti) bumi, sehingga bulan terlihat saat itu berwarna hitam kemerah-merahan. 

Kedua gerhana bulan sebahagian (parsial), di mana saat puncak gerhana terjadi, permukaan bulan hanya sebagian memasuki dalam bayang inti bumi (bayang umbra). 

Ketiga gerhana bulan penumbra, di mana bulan hanya memasuki dalam kerucut bayang luar bumi saja (bukan bayang inti bumi), tidak sampai ke dalam bayang inti (bayang umbra).

Baca juga: Gerhana Bulan Total Pada 16 Mei 2022 tak Terlihat di Langit Aceh, Ini Sebabnya

Pada saat gerhana ini terjadi, secara kasat mata bulan hanya terlihat redup tidak memancarkan sinar yang kuat seperti pada saat purnama-purnama lainnya. 

Untuk mengetahui proses terjadinya gerhana penumbra harus menggunakan teleskop.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved