Jumat, 10 April 2026

Mata Lokal Memilih

Demokrat Masuk Tigas Besar Versi Survei Litbang Kompas, Perindo Makin Optimis

Partai Demokrat berhasil masuk tiga besar dalam jajak pendapat terkait pilihan masyarakat terhadap partai politik hari ini yang dilakukan Kompas

Editor: bakri
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Anies Baswedan (kiri) bersama Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berada di Kantor DPP Partai Demokrat, Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. 

JAKARTA - Partai Demokrat berhasil masuk tiga besar dalam jajak pendapat terkait pilihan masyarakat terhadap partai politik hari ini yang dilakukan Litbang Kompas.

Survei diselenggarakan pada 24 September-7 Oktober 2022 secara tatap muka.

Survei sudah diselenggarakan sejak Oktober 2019.

Sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak menggunakan metode penculikan sistematis bertingkat di 34 provinsi.

Dengan menggunakan metode ini, survei berada di tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error penelitian sebesar kurang lebih 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Dalam survei tersebut, PDI-P masih menjadi partai dengan jumlah pemilih terbanyak pada Oktober 2022, yakni 21,1 persen.

PDI-P disusul oleh Gerindra dengan suara 16,2 persen.

Menariknya, posisi ketiga kini bukan diisi oleh Partai Golkar lagi.

Demokrat menjadi partai yang menyalip Golkar.

Demokrat bertengger di posisi tiga dengan suara mencapai 14 persen.

Golkar berada persis di bawah Demokrat, dengan pemilih 7,9 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan hasil survei ini mengokohkan Demokrat pada posisi papan atas.

Baca juga: Nasdem Sebut Demokrat Minta Anies Baswedan Pertimbangkan AHY jadi Cawapres, Bagaimana Nasib PKS?

Baca juga: Elite Demokrat Ingin Duet Anies-AHY di Pilpres 2024, NasDem Bebaskan Anies Baswedan Pilih Cawapres

Namum, di satu sisi, AHY meminta kader Demokrat untuk tidak jumawa atas hasil survei ini.

Ia juga meminta para kader untuk tidak mengecewakan harapan rakyat yang terefleksi dalam kenaikan angka elektabilitas tersebut.

"Kepada para kader, jangan cepat merasa puas. Jangan jemawa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved