Salam

Awas, Jangan Tertipu Calo Pekerja Migran

BP2MI mengungkap praktik mafia Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) utamanya penempatan ke wilayah Timur Tengah

Editor: bakri
Warta Kota/Joko Supriyanto
Kepala BP2MI Benny Rhamdani 

BADAN Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengungkap praktik mafia Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) utamanya penempatan ke wilayah Timur Tengah.

PMI adalah istilah resmi digunakan Pemerintah Indonesia pengganti sebutan TKI yang berlaku sebelum terbitnya Undang Undang (UU) Nomor 18 tahun 2017 tentang Pelindungan PMI.

Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, dua hari lalu mengaku pihaknya baru saja menyelamatkan 160 CPMI korban sindikat penempatan ilegal ke Timur Tengah.

Penyelamatan dilakukan di sebuah balai latihan kerja (BLK) kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Sehari setelah penggerebekan, BP2MI melimpahkan kasus dugaan penempatan ilegal CPMI tersebut ke Polres Metro Bekasi Kota.

Kita juga masih ingat, sepekan yang lalu, Pemerintah Aceh memulangkan 14 PMI asal Aceh yang sempat bermasalah hukum di Malaysia.

Sebelum dipulangkan, ke-14 pekerja migran itu ditampung di Tanjung Pinang, setelah vonis bebas dari otoritas negeri jiran Malaysia.

Kesalahan yang mereka lakukan adalah tidak memiliki kelengkapan dokumen untuk menjadi pekerja migran di Malaysia.

Karena itu, sejumlah PMI yang sudah dipulangkan memohon kepada Pemerintah Aceh untuk melengkapi dokumen- dokumen mereka supaya bisa bekerja lagi di negeri jiran itu.

Mereka merasa pengalaman bekerja diluar negeri selama ini sudah cukup mumpuni dengan penghasilan yang sangat lumayan pula.

Baca juga: Praktik Mafia Calon Pekerja Migran Terbongkar, Polisi Dukung Penuh Penyelamatan Pahlawan Devisa

Baca juga: BP2MI Ungkap Praktik Mafia Calon Pekerja Migran

Pemerintah Aceh tentu harus membantu kelengkapan deokumen mereka, mengingat hingga kini lapangan kerja di dalam negeri khususnya di Aceh masih sangat terbatas.

Di sisi lain, terkait masih seringnya calon PMI yang tertipu sindikat mafia ternaga kerja, pemerintah juga harus secara terus-menerus mengingatkan masyarakat agar tak terpedaya calo atau mafia calon PMI.

Secara diam-diam, oknum perusahaan pengerah tenaga kerja masih terus mencari orang-orang untuk menjadi pekerja yang penempatan secara ilegal di luar negeri, di antaranya Timur Tengah.

Padahal, sejak beberapa tahun lalu pemerintah sudah menghentikan penempatan PMI ke Timur Tengah setelah terjadinya kasus-kasus yang mengorbankan banyak PMI.

Timur Tengah memang memiliki daya tarik tersendiri bagi warga negara Indonesia yang ingin bekerja di luar negeri karena bisa sekaligus beribadah umrah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved