Breaking News:

FKP Universitas Syiah Kuala Bantu Tingkatkan Kualitas Olahan Gurita di Desa Gugop Pulau Breuh

Hasilnya kemudian diujikan skala laboratorium untuk menilai perlakuan yang menghasilkan produk gurita asin dengan kualitas terbaik.

FKP Universitas Syiah Kuala Bantu Tingkatkan Kualitas Olahan Gurita di Desa Gugop Pulau Breuh
for serambinews.com
Seorang perempuan menjemur gurita di Desa Gugop, Pulau Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, pekan lalu.

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rendahnya kualitas olahan gurita asin hasil tangkapan nelayan menjadi salah satu masalah yang dihadapi masyarakat Desa Gugop, Pulau Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar.

Hal ini dikarenakan proses pengeringan dan pengolahannya masih sangat sederhana dan belum memenuhi standard keamanan pangan produk olahan ikan.

Ditambah lagi gurita asin ini tidak memiliki pasar yang konsisten, sehingga penjualan hanya terbatas pada permintaan pasar saja.

Masalah ini menjadi perhatian para peneliti dari Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP), Universitas Syiah Kuala (USK), yang diketuai oleh Syahrul Purnawan, SPi, MSi.

Baca juga: Warga Aceh Selatan Terseret Arus Saat Pulang dari Kebun, Tim Gabungan Sisir Krueng Meukek dan Laut

Baca juga: Anggota DPR Teuku Riefky Harsya Dorong Kemenkominfo Tingkatkan TIK untuk Pengembangan Ekonomi Lokal

Baca juga: Kejar Target Realisasi, Dinsos Aceh Percepat Pelaksanaan APBA-P 2022

Syahrul mengatakan masalah kualitas gurita asin olahan masyarakat ini sudah menjadi perhatian dia dan timnya sejak beberapa tahun terakhir.

“Kami cukup miris dengan rendahnya kualitas gurita asin dari Desa Gugop ini, padahal kalau dilakukan penanganan yang baik dan tepat, harga jualnya bisa sangat tinggi. Bahkan, bisa dijual hingga pasar di luar Aceh,” tuturnya kepada Serambinews.com, Kamis (27/10/2022).


Tim peneliti yang terdiri dari dosen dan mahasiswa ini kemudian melakukan riset pengujian kadar peroksida, kadar proksimat serta kandungan mikrobiologi dari produk olahan gurita.

Proses pre-treatment dilakukan dengan simulasi waktu pengeringan dan waktu penyimpanan.

Baca juga: Nelayan Pencari Gurita yang Tenggelam di Simeulue Ditemukan tak Bernyawa

Baca juga: Arab Saudi Targetkan Ledakan Wisatawan, 100 Juta Pengunjung Pada 2030

Hasilnya kemudian diujikan skala laboratorium untuk menilai perlakuan yang menghasilkan produk gurita asin dengan kualitas terbaik sehingga dapat dijual di pasaran dengan harga yang tinggi.

“Hasil riset ini tentunya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Gugop untuk dapat mereka terapkan pada usaha olahan produk gurita mereka sehingga kegagalan produk akibat kualitas yang menurun bisa dihindari,” sambungnya.

Hasil riset ini juga telah disosialisasikan pada UKM Kube Mangat serta masyarakat Pulau Breuh.

Masyarakat sangat antusias dengan hasil riset ini karena menjadi solusi dari masalah yang mereka hadapi selama ini.

“Dengan adanya hasil riset dari FKP USK ini, kami merasa terbantu untuk bisa meningkatkan kualitas produk gurita asin kami dan semoga bisa meningkatkan hasil penjualan produk kami,” ujar salah satu nelayan setempat.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved