Kamis, 23 April 2026

Sejarah Gurindam 12 Karya Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad, Sosok Layar Google Doodle Hari ini

Ia merupakan keturunan bangsawan dan cucu dari Raja Ali Haji Fisabilillah, salah satu pejuang asal Bugis.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
GOOGLE
Google hari ini, Sabtu (5/11/2022), menampilkan Google Doodle potret pria paruh baya mengenakan peci dan kacamata dalam sebuah halaman buku, serta pena bulu. 

Selain itu, Gurindam Dua Belas juga menjadi wadah untuk Raja Ali Haji melakukan syiar Islam.

Baca juga: Ternyata Bukan dari Indonesia, Ini Sejarah dan Makna Mangkuk Ayam yang Jadi Google Doodle Hari Ini

Sejarah Gurindam Dua Belas

Gurindam termasuk ke dalam puisi lama Indonesia yang terdapat dalam masyarakat Melayu.

Gurindam yang terkenal adalah Gurindam Dua Belas yang dikarang oleh Raja Ali Haji (1809-1872).
Dinamakan Gurindam Dua Belas dikarenakan memiliki Dua Belas pasal.

Gurindam Dua Belas memiliki keistimewaan yaitu karya sastra yang mampu tegak sendiri tanpa kawan.

Raja Ali Haji menyebutkan arti gurindam tersebut di dalam pengantar karyanya.

Di dalam pengantar itu juga disebutkan tanggal, manfaat, dan perbedaan gurindam dengan syair.

Sejarah munculnya Gurindam Dua Belas dilatarbelakangi dengan adanya penyebaran agama dan budaya Islam (mulai abad ke 7) yang memberi kontribusi besar mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat Melayu Nusantara termasuk Melayu Kepulauan Riau yang Islami.

Ajaran agama dan budaya Islam mereka jadikan sumber utama mewujudkan konsep-konsep dasar kehidupan yang diimplimentasikan melalui prilaku menjalankan kepercayaan dan budaya.

Citra kehidupan masyarakat Melayu bernafaskan Islam makin mengemuka tatkala Kerajaan Melayu Riau Lingga (pusat pemerintahan di pulau Penyengat Indera Sakti) dijadikan pusat pengembangan agama Islam di Asia Tenggara.

Hal ini makin mengukuhkan eksistensi Islam menjadi fondasi kehidupan masyarakat dan Kerajaan Melayu Riau Lingga.

Berbagai kemajuan yang mereka capai terutama di bidang sosiokultural didominasi nilai-nilai dan norma Islam.

Baca juga: Mengenang Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Indonesia yang Diilustrasikan Google Doodle Hari Ini

Perkembangan agama dan budaya Islam di buana Melayu Kepulauan Riau tidak berjalan mulus.

Sejak Melaka dikuasai Portugis, masuknya penjajahan Belanda dan Inggris menimbulkan komplik internal di kerajaan-kerajaan Melayu termasuk Kerajaan Melayu Riau Lingga.

Kondisi sosial dan keagamaan masyarakat Melayu di daerah ini baik di dalam dan luar lingkungan kerajaan mulai dipengaruhi kebudayaan penjajah.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved