Breaking News:

Internasional

China Mencatat Kasus Covid-19 Tertinggi, Lockdown Mulai Dikeluhkan Warga, Ada Korban Bunuh Diri

Pemerintah China melaporkan kasus Covid-19 harian tertinggi dalam enam bulan terakhir ini pada Senin (7/11/2022).

Editor: M Nur Pakar
AFP/LIU JIN
Relawan mengantarkan kotak makanan yang dibagikan oleh pemerintah kepada warga di sebuah kompleks selama penguncian Covid-19, di Distrik Pudong, Shanghai, China, Jumat (15/4/2022). 

SERAMBINEWS.COM, BEIJING - Pemerintah China melaporkan kasus Covid-19 harian tertinggi dalam enam bulan terakhir ini pada Senin (7/11/2022).

Padahal, lockdown atau penguncian diperketat, sehingga mengganggu pabrik, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari warganya.

Beijing selama akhir pekan membatalkan harapan kebijakan nol Covid-19 yang ketat.

Di mana tempat penguncian, karantina, dan pengujian massal digunakan untuk meredam wabah dapat dilonggarkan dalam waktu dekat ini.

Tetapi semburan skandal terkait penguncian telah membuat penduduk mengeluhkan kondisi yang tidak memadai.

Dilansir AFP, Selasa (8/11/2022), warga mulai kekurangan makanan dan perawatan medis darurat yang tertunda telah mengikis kepercayaan publik.

Negara ini mencatat lebih 5.600 kasus baru Covid-19, hampir setengahnya di Provinsi Guangdong, pusat industri di selatan negara itu yang merupakan rumah bagi pelabuhan-pelabuhan utama.

Baca juga: Pelonggaran Covid-19 China Tidak Diperlukan Sampai Maret 2023

Di Cina tengah, penguncian yang melelahkan di pabrik iPhone terbesar dunia di Zhengzhou membuat Apple Sunday memperingatkan produksi telah terdampak sementara.

Bahkan, pelanggan akan mengalami penundaan dalam menerima pesanan mereka.

"Fasilitas saat ini beroperasi dengan kapasitas yang berkurang secara signifikan," kata raksasa teknologi yang berbasis di California itu dalam sebuah pernyataan Minggu (6/11/2022) malam.

Raksasa teknologi Taiwan Foxconn, subkontraktor utama Apple yang menjalankan pabrik tersebut merevisi perkiraan pendapatan kuartalannya karena penguncian.

Komisi Kesehatan Nasional China berjanji berpegang teguh pada nol Covid-19.

Tetapi sejumlah insiden profil tinggi telah mengurangi dukungan publik China untuk pendekatan tersebut.

Seperti kematian karena bunuh diri seorang wanita berusia 55 tahun di kota yang terkunci Hohhot, Mongolia.

Baca juga: China Tetap Pertahankan Pembatasan Ketat Covid-19, Catat 4.610 Kasus Baru Bergejala dan Tanpa Gejala

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved