Breaking News:

Tangisan Putri Terdengar Sampai ke Luar Kamar, Sesaat Setelah Brigadir Yosua Ditembak

Dalam kesaksiannya Romer mengaku mendengar suara tangisan Putri yang keluar dari kamarnya sesaat setelah Yosua tewas ditembak.

Kolase Tribunnews
Kolase foto Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang pakai baju hitam-hitam serta orang tua Brigadir J, Rosti Simanjuntak dan Samuel Hutabarat yang pakai kemeja putih. 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Putri Candrawathi ternyata sempat menangis sesaat setelah peristiwa penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Hal ini diungkap Adzan Romer yang menjadi saksi dalam sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022).

Dalam kesaksiannya Romer mengaku mendengar suara tangisan Putri yang keluar dari kamarnya sesaat setelah Yosua tewas ditembak. Ia menyebut tangisan Putri terdengar hingga keluar kamar.

Romer awalnya menceritakan detik-detik ia masuk ke rumah Duren Tiga usai mendengar suara tembakan pada peristiwa maut 8 Juli 2022 itu.

Saat terjadi penembakan Romer berada di luar rumah. Ketika bergegas masuk ke rumah, secara bersamaan Sambo keluar.

Baca juga: Peserta FASI Aceh Mulai Memadati Asrama Haji, Begini Suasananya

Baca juga: Anak Asuhnya akan Hadapi Skuad Setan Merah di Liga Europa, Xavi Hernadez Soroti Cristiano Ronaldo

Baca juga: Berlayar 3 Trip Pulang Pergi Setiap Hari, Ini Jadwal Kapal Cepat Rute Banda Aceh-Sabang Rabu Besok

Romer yang kaget sempat menodong senjata ke Sambo. Peristiwa itu terjadi di garasi depan rumah. Romer pun kemudian masuk ke dalam rumah setelahnya. Saat masuk itu hakim menanyakan kesaksian Romer.

Terungkapnya posisi Putri saat itu terdengar dari tangisannya usai eksekusi Yosua dilakukan. "Di mana posisi terdakwa Putri Candrawathi saat Saudara masuk?" tanya hakim. "Seingat saya di kamar," jawab Romer. "Tahu dari mana di kamar?" tanya hakim. "Terdengar suara Ibu menangis," jawab Romer.

Romer mengaku mendengar Putri menangis usai peristiwa terjadi. Tangisan itu datang dari kamari di lantai 1. "Dengar suara dari (lantai) atas?" tanya hakim. "Lantai 1 Yang Mulia. Kamar lantai 1," jawab Romer. "Keras suaranya?" tanya hakim lagi. "Menurut saya, nangis biasa, saya dengar sampai depan pintu, Yang Mulia," jawab Romer.

Romer mengaku kamar Putri saat itu terbuka. Dari posisi tersebut, Putri disebut seharusnya bisa melihat jenazah Yosua. Sebab, posisi kamarnya berhadapan dengan tangga, lokasi sang brigadir ditembak.

"Artinya ketika korban tertembak bisa terlihat dari kamar ibu?" tanya hakim. "Kalau pintunya terbuka bisa Yang Mulia, dan posisinya lurus," jawab Romer.

"(Pintu kamar) Lurus dengan kaki almarhum. Jadi kalau kami tarik lurus garis pintu kita berdiri di atas kepala almarhum, kaki, pintu kamar," kata Romer. "Oh lurus ke depan pintu kamar?" tanya hakim memastikan. "Betul Yang Mulia," jawab Romer.
Setelah mendengar Putri menangis, Sambo kemudian membawa Putri keluar rumah. Berdasarkan kesaksian Romer, Putri dan Sambo berjalan melewati tubuh Yosua. Namun ia tak ingat detailnya.

Baca juga: Piala Dunia 2022: Fans Argentina Kayuh Sepeda 10.000 Kilometer demi Saksikan Aksi Messi di Qatar

Baca juga: Motif Pelaku Rekam Video Syur Kebaya Merah, Ada Pesanan dari Twitter Minta Tema Resepsionis Hotel

Baca juga: Mantan Hakim Semprot Ferdy Sambo: Urusan Mayat, jangan Bicara soal Syahwat

"Sampai luar saya dengar bapak perintahkan bang Ricky antar ibu ke Saguling. Saya lihat Pak Ferdy Sambo menelepon di luar," ungkap Romer.

Kesaksian Romer ini memperkuat dakwaan jaksa yang menjelaskan saat peristiwa terjadi, Putri hanya berada beberapa meter saja di belakang lokasi eksekusi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved