Opini
Ayah, Antara Ada dan Tiada
Belum banyak yang tahu bahwa sejak 2006, Indonesia juga memiliki hari Ayah Nasional yang jatuh bertepatan pada tanggal 12 November
Padahal peran serta tanggung jawab ayah dan ibu sama pentingnya bagi anak dalam hal pengasuhan sejak baru lahir hingga remaja.
Baik ayah atau ibu, mengisi ruang pengasuhan yang berbeda.
Peran masing-masing tidak dapat digantikan oleh satu sama lain.
Demikian lazimnya hal ini di negara kita, hingga tak aneh jika Indonesia menjadi fatherless country ketiga di dunia setelah Amerika dan Australia.
Jika kondisi ini tidak dapat ‘diputus’, generasi seperti apa akan lahir ke depannya? Ini adalah sebuah fakta pahit di negeri yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.
Padahal jika melihat kisah di dalam Alquran, banyak dikisahkan contoh relasi ayah dan anak, bahkan lebih banyak daripada kisah ibu dan anaknya.
Di antaranya, kisah Nabi Ibrahim dan Ismail, Ya’qub dan Yusuf, Nuh dan anaknya, Luqman dan anaknya, juga Syu’aib dan anak perempuannya.
Lalu, sejauh mana peran ayah dalam pengasuhan anak?
Sedalam apa dampak ‘kehilangan’ ayah bagi para anak? Dalam aspek tumbuh kembang, ayah mendukung anak dalam permainan yang melibatkan aktivitas fisik, utamanya yang tidak dilakukan bersama ibu.
Seperti, bermain bola, mencuci mobil, kejarkejaran, bergulat, memetik buah-buahan, berkemah, berkreasi membuat prakarya, dan banyak lagi.
Baca juga: Dini Hari, Ayah & Anak Meninggal Ditabrak Pikap Angkut Tomat di Aceh Tenggara, Sopir Diduga Ngantuk
Hal ini kelak akan meningkatkan keterampilan anak, kestabilan emosi, dan keberanian dalam menghadapi tantangan.
Hubungan ayah-anak yang secure juga terbukti dapat meningkatkan tingkat percaya diri anak dalam segala aspek.
Termasuk keberanian untuk menyampaikan pendapat dan membela diri saat ada usaha bullying atau intimidasi dari orang lain terhadap anak.
Dampak yang spesifik juga berbeda bagi anak laki-laki dan perempuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-hilwa-salsabila-mahasiswa-pasca-sarjana-usk-program-magister-kesehatan-masyarakat.jpg)