Kesehatan
Pasutri Lakukan Ini! Begini Tips Cepat Hamil ala Seksolog dr Boyke, Bisa Langsung Dicoba
Setelah menikah, pasangan suami istri pasti atau pasutri menantikan kabar kehamilan untuk segera memiliki anak sebagai pelengap di dalam keluarga.
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
Pasutri Lakukan Ini! Begini Tips Cepat Hamil ala Seksolog dr Boyke, Bisa Langsung Dicoba
SERAMBINEWS.COM - Nama seksolog dr Boyke Dian Nugrah sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat, karena ia kerap membagikan informasi seputar kesehatan seksual, kandungan hingga tips cara cepat hamil.
Bagi pasangan yang kini sedang mendamba buah hati, cara cepat hamil ala Dokter Boyke ini bisa diikuti.
Setelah menikah, pasangan suami istri pasti atau pasutri menantikan kabar kehamilan untuk segera memiliki anak sebagai pelengap di dalam keluarga.
Dalam mempersiapkan kehamilan ada banyak faktor yang harus diperhatikan.
Mulai dari kesiapan fisik hingga mental sebelum benar-benar hamil.
Selain itu, penting juga bagi pasutri untuk merencanakan kehamilan dengan matang sehingga membuka peluang besar terjadinya kehamilan.
Baca juga: Waspadai Mual Muntah Berlebihan Saat Hamil, dr Boyke Anjur Konsul dengan Dokter Jika Kondisi Begini
Dilansir Serambinews.com dari kanal YouTube Boykepedia pada Senin (14/11/2022), dr Boyke mengungkap tips cara cepat hamil yang bisa dilakukan pasutri.
Tips pertama jika ingin cepat hamil, pasutri harus memiliki kondisi yang prima.
"Agar bisa terjadi kehamilan cepat, tentunya memerlukan kesehatan ibu yang prima dan kesehatan pria juga yang prima," ujar dr Boyke.
Tips kedua, pasutri harus mengetahui masa subur terutama wanita.
Pasalnya, berhubungan intim saat masa subur dapat membuka peluang besar terjadinya kehamilan.
Umumnya, masa subur seorang wanita pada hari ke-13 dihitung dari masa haid yang pertama.
Baca juga: Mual Muntah Saat Hamil Bisa Berisiko Kematian Kata dr Boyke, Segera ke Dokter Jika Kondisi Begini
"Karena telur seorang wanita itu dikeluarkan atau diovulasikan hanya pada masa subur yaitu hari ketiga belas dihitung dari haid yang pertama," sambungnya.
Waktu terbaik dalam berhubungan seks saat ovulasi sebaiknya dilakukan saat tiga hari menjelang masa ovulasi atau hari saat ovulasi sedang berlangsung.
Berhubungan seks saat ovulasi dalam waktu ini memberi peluang terbaik untuk hamil.
"Demikian juga harus diketahui itu adalah hari ke 13 yang disebut ovulasi. Tapi masa suburnya tentu karena dengan perhitungan bahwa telur itu bisa hidup 3 hari, sementara sperma bisa hidup 1-2 kali 24 jam, maka masa subur itu adalah hari ke-11 sampai dengan ke-17, dihitung dari haid yang pertama," ungkapnya.
Saat memasuki hari ke-13-17, ini dihitung dari masa haid yang pertama, dr Boyke menganjurkan agar pasutri rutin berhubungan intim dengan jeda waktu sehari dua kali sehingga memudahkan terjadinya kehamilan.
Terakhir, pasutri penting juga memperhatikan posisi saat berhubungan intim.
Baca juga: Ngaku Sehari 7 Kali Berhubungan Intim, dr Boyke : Emang Kamu gak Kerja? Berapa Kali sih Idealnya?
Posisi ini akan membuka peluang besar terjadinya kehamilan.
Posisi yang dianjurkan oleh dr Boyke adalah missionary position.
Ini merupakan posisi untuk melakukan hubungan seksual dimana pasangan berbaring berhadap-hadapan dengan wanita di bawah pria.
"Posisi agar supaya terjadi cepat hamil maka posisi yang dianjurkan adalah missionary possision atau posisi wanita di bawah, pria di atas," pungkasnya.
Waspadai Mual Muntah Berlebihan Saat Hamil, dr Boyke Anjur Konsul dengan Dokter Jika Kondisi Begini
Mual dan muntah adalah hal lumrah bagi ibu hamil, apalagi saat awal-awal kehamilan.
Mual dan muntah saat hamil disebut juga morning sickness karena umumnya kondisi ini memburuk di pagi hari.
Meski begitu, kondisi ini juga dapat muncul pada siang atau malam hari.
Mual dan muntah saat hamil biasanya terjadi pada masa awal atau trimester pertama kehamilan, yaitu di minggu ke-6 kehamilan dan berakhir di minggu ke-12 kehamilan.
Namun, terdapat sebagian ibu hamil yang mengalami kondisi ini sepanjang kehamilan mereka.
Seksolog dr Boyke Dian Nugraha, mengatakan kondisi mual dan muntah saat hamil merupakan hal yang biasa.
Baca juga: Cara Cepat Hamil Agar dapat Anak Laki-laki, dr Boyke Anjurkan Suami Banyak Konsumsi 1 Makanan Ini
Kondisi ini juga dikenal sebagai tanda-tanda mengidam.
"Setiap wanita hamil terutama pada kehamilan sampai dengan 12 minggu biasanya mengalami mual muntah yang dikenal sebagia tanda tanda mengidam," kata dr Boyke dilansir dari kanal YouTube Boykepedia pada Sabtu (12/11/2022).
Mual dan muntah akan berbahaya jika ini terjadi sering atau berlebihan.
Kondisi ini bisa ditandai dengan ciri-ciri dimana mual dan muntah keluar sangat banyak dan sering.
Jika mual dan muntah sangat banyak, dikahawatirkan kulit si ibu hamil akan mengalami dehidrasi.
Kemudian urine yang keluar juga menjadi lebih sedikit dan nadinya naik dengan cepat.
Baca juga: Saat Menstruasi, Boleh Nggak Sih Pakai Pembalut Malam di Siang Hari? Simak Penjelasan dr Boyke
Jika nadi berdenyut tidak normal ditambah mual dan muntah yang parah, kondisi ini bisa berisiko kematian pada janin atau bahkan sang ibu sehingga perlu diwaspadai.
"Kemudian nadinya naik dengan cepat dan itu sudah menjadi suatau penyakit. Jika sudah terjadi ini dan mual dan muntah yang berlebihan, hal ini janganlah dianggap sebagai suatu hal yang sepele.
Karena keadaan dehidrasi pada ibu bisa mengakibatkan kematian pada janin bahkan juga ibunya sendiri," sambung dr Boyke.
Untuk itu, penting sekali para ibu hamil agar lebih waspada dan mengetahui ciri-cirinya.
Saran dr Boyke, segeralah bawa ke dokter jika ada tanda-tanda mulainya dehidrasi, kemudian apabila urine sedikit keluar dan nadi yang meningkat dengan cepat.
"Bisanya dokter kandungan akan memberikan infus atau obat-obatan untuk menahan mual dan muntahnya," pungkas dr Boyke.
Baca juga: Alami! Begini Cara Atasi Miss V Kering saat Berhubungan Intim Kata dr Boyke, Cukup Pakai 2 Bahan Ini
Jangan Coba Minum Jamu! dr Boyke Sebut 70 Persen Penyebab Keguguran pada Wanita Hamil adalah Infeksi
Seksolog yang juga spesialis kandungan, dr Boyke Dian Nugraha mengungkap penyebab keguguran pada wanita hamil.
Keguguran merupakan keadaan ketika berhentinya kehamilan sebelum embrio atau janin cukup berkembang untuk bertahan hidup.
Bagi sebagian wanita yang pernah mengalami keguguran, mereka rutin mengonsumsi jamu.
Jamu dianggap dapat kembali menyuburkan kandungan sehingga peluang terjadinya kehamilan selanjutnya lebih besar.
Namun ternyata, minum jamu setelah mengalami keguguran tidaklah dianjurkan.
Seksolog dr Boyke membagikan tips cara cepat hamil bagi pasangan yang sudah menikah.
Dilansir Serambinews.com dari kanal YouTube SONARA FM pada Senin (7/11/2022), dr Boyke menerima pertanyaan dari seorang wanita yang mengaku sering mengalami keguguran, setelah itu, wanita ini rutin minum jamu.
"Kenapa ya dok, saya setelah mengalami keguguran susah banget punya anak lagi padahal saya sudah rajin minum jamu, solusinya seperti apa?," demikian pertanyaan wanita tersebut.
Menurut dr Boyke, wanita yang sering mengalami keguguran tidak dianjurkan minum jamu.
Sebaiknya, wanita yang sering mengalami keguguran dianjurkan untuk berkonsultasi pada dokter spesialis agar diketahui penyebab keguguran tersebut bukan minum jamu.
"Sering keguguran kok malah minum jamu, kita mesti cari sebabnya kenapa, apakah ada infeksi toksoplasma, apakah rahimnya terbalik," kata dr Boyke.
Ada banyak kemungkinan yang menjadi penyebab keguguran pada wanita, mulai dari infeksi, gangguan hormonal hingga kelainan pada rahim.
Itu sebabnya, wanita yang sering mengalami keguguran sebaiknya konsultasi pada dokter.
Nantinya dokter akan mencari tahu dan mengatasi penyebab keguguran tersebut.
"Tugas dokter itu seperti detektif, ketika seseorang sedang keguguran, dia (dokter) harus mencari kenapa ini?," sambungnya.
Namun dari semua penyebab itu, dr Boyke mengatakan kemungkinan besar penyebab terjadinya sering keguguran pada wanita hamil disebabkan oleh infeksi.
"Salah satunya, 70 persen penyebab dari pada keguguran adalah infeksi," ungkapnya.
Jika penyebabnya adalah infeksi, maka harus segera ditangani agar kehamilan selanjutnya tidak terjadi lagi keguguran.
"Jadi jangan minum jamu tapi berkonsultasi dengan dokter biar dicari penyebabnya, coba konsultasi, datanglah ke dokter sepesialis," pungkasnya. (Serambinews.com/Firdha Ustin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Ilustrasi-KeHamilan.jpg)