Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026

Pencegahan Stunting

Pencegahan Stunting Perlu Aksi Bersama

"Makanya kemudian ibu-ibu yang anemia ini cenderung akan melahirkan anak-anak yang nantinya juga tidak sehat, seperti stunting dan seterusnya," beber

Tayang:
for Serambinews.com
Dr dr Safrizal Rahman, M.Kes, SpOT, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Aceh 

BANDA ACEH, SERAMBINEWS.COM - Pencegahan kasus stunting harus menjadi perhatian semua pihak untuk menyelamatkan generasi Indonesia yang lebih baik. Stunting menyebabkan kerusakan permanen pada fisik dan mental anak. Stunting masih menjadi masalah di berbagai negara berkembang, termasuk di Indonesia.

Stunting menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan yang perlu diselesaikan oleh pemerintah, karena angka kejadiannya yang relatif masih tinggi. Padahal, stunting ini bisa dicegah jika semua pihak mengetahui penyebab stunting agar kita bisa bersama-sama mencegahnya.

Baca juga: Jaga Pola Asupan Bergizi untuk Hindari Anak dari Stunting

Penyebab terjadinya stunting karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani.

Faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab anak stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan baik.

Dimana ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan, dan laktasi akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak sang anak.

Baca juga: Kenali Stunting Sejak Dini dan Cara Mencegahnya

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) wilayah Aceh, Dr, dr Safrizal Rahman, M.Kes, SpOT, mengatakan, salah satu penyebab anak menjadi stunting karena ibunya mengalami anemia saat masa kehamilan. 

"Kasus stunting selama ini salah satu penyebabnya itu, ya dari ibu yang anemia," kata Safrizal Rahman, Rabu (9/11/2022).

Menurut dr Safrizal, ada sebagian remaja-remaja putri Aceh yang tidak terkontrol Hemoglobin (HB) atau darahnya, sehingga remaja-remaja ini berada dalam posisi anemia dan penyebabnya tentu gizi yang tidak seimbang dan lain-lain.

Safrizal mengatakan, yang paling bahaya dari anemia itu adalah ketika mereka hamil. Misalnya, remaja putri yadi tamat sekolah mereka berumah tangga dan hamil, maka bayi yang dikandungnya itu biasanya tidak akan mendapatkan asupan gizi yang optimal.

Baca juga: Safrizal Rahman Lantik Pengurus IDI Aceh Barat

"Makanya kemudian ibu-ibu yang anemia ini cenderung akan melahirkan anak-anak yang nantinya juga tidak sehat, seperti stunting dan seterusnya," beber dia.

Ia menyebutkan, langkah penanganan terhadap stunting ini wajib dimulai sejak dini. Sehingga dibanyak daerah termasuk Aceh, remaja putri SMA itu diwajibman minum tablet Fe atau zat besi lantaran itu salah satu upaya untuk mencegah anemia.

"Ketika hamil seorang ibu itu juga diwajibkan untuk minum vitamin Fe. Jadi tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya anemia. Tidak semua remaja putri HB-nya tidak terkontrol, tapi karena diet, sibuk belajar, lupa makan dan gizi makanannya tidak cukup," jelasnya.

Ia mengimbau para orang tua untuk mengajak putri-putrinya untuk melakukan pemeriksaan HB secara rutin disamping juga pemeriksaan kesehatan lainnya. Sehingga remaja putri tersebut lebih tahu berapa kadar HB-nya agar paham upaya perbaikan.

Baca juga: Pemkab Pidie Jaya Komit Turunkan Angka Stunting Lewat Launching Dompet Amal Stunting

Dr, dr Safrizal Rahman, M.Kes, SpOT, menjelaskan, saat ini pemerintah sedang menggalakkan program pemberian kapsul vitamin Fe kepada siswi. Namun demikian, pengetahuan siswi tersebut terkait pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah itu (TTD) itu dinilai belum cukup.

"Sehingga barangkali banyak siswi yang dibagi vitamin Fe itu tidak diminum, dia simpan karena rasanya tidak nyaman. Itu karena dasar pengetahuannya kurang," katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved