Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Berita Banda Aceh

Elpiji 12 Kg Banyak Dioplos, Hiswana Migas: Dikeluhkan Warga

Sejumlah warga Kota Banda Aceh baru-baru ini mengeluhkan tentang elpiji kemasan tabung 12 kg yang saat digunakan menjadi lebih cepat habis

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Petugas memeriksa tabung gas elpiji nonsubsidi yang mulai tak layak pakai untuk diperbaiki dan dirawat di bengkel perawatan PT Aira Gibran Internusa di Gampong Beuradeun, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Sabtu (4/6/2022). 

BANDA ACEH - Sejumlah warga Kota Banda Aceh baru-baru ini mengeluhkan tentang elpiji kemasan tabung 12 kg yang saat digunakan menjadi lebih cepat habis dari biasanya.

Padahal intensitas penggunaannya sama dengan hari-hari sebelumnya.

Sehingga ada dugaan tabung elpiji berwarna pink itu sudah dioplos.

Sakdiah, seorang ibu rumah tangga mengalami kejanggalan terhadap tabung gas miliknya.

Sehingga ia melaporkan kondisi itu kepada Hiswana Migas.

Hal ini diungkapkan, Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin atau yang biasa disapa Toke Awi, di Banda Aceh, Senin (14/11/2022).

Menurutnya, seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di kawasan Beurawe, Kota Banda Aceh, itu beberapa waktu yang lalu melakukan penukaran tabung kosong dengan yang berisi di salah satu pangkalan gas.

Dengan aktivitas memasak seperti biasanya, wanita ini mengaku bisa menggunakan satu tabung elpiji 12 kg untuk kebutuhan selama 4 hingga 5 mingguan.

Namun pada pembelian kali ini, baru tiga minggu digunakan elpijinya sudah habis.

"Keluhan serupa juga sering kita dengarkan, ini menjadi catatan kita dan akan kita awasi" sebutnya.

Nahrawi Noerdin menyebutkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pertamina dan sejumlah rekan-rekan pengelola SPPBE yang ada di Aceh.

Baca juga: 14 Warga Terbakar saat Pesta Pernikahan di Cirebon, Dipicu Gas Elpiji 3 Kg Bocor

Baca juga: Ini HET dan Kuota Elpiji Subsidi di Aceh Singkil

Hal itu untuk memastikan bahwa semua proses pengisian elpiji di SPPBE berjalan normal dan sesuai dengan SOP yang ditetapkan.

Dari sisi kuantitas, ada mekanisme yang ketat dan tersistem untuk memastikan isi tabung sesuai takaran.

"Pengisiannya di SPPBE saya kira tidak ada masalah karena jika kurang akan direject secara otomatis, sebab pengisiannya dilakukan dengan sistem," sebutnya Dia menambahkan, belakangan ini pihaknya juga mendapatkan laporan dari sejumlah agen elpiji nonsubsidi dari hampir seluruh wilayah di Aceh, baik di pantai timur, tengah, maupun barat selatan, bahwa ada tabung elpiji kemasan 12 kg yang beredar di pasar dengan harga sangat murah.

Bahkan lebih murah dari harga penebusan resmi ke Pertamina sekalipun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved