Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Nekat Palsukan Surat Setoran Retribusi Sampah, Pria Ini Diringkus Polisi, Sudah Beroperasi 2 Tahun

Ia ditangkap pada 15 Oktober 2022, di rumahnya Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, karena telah memalsukan surat setoran retribusi sampah. 

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Dok Polsek Banda Sakti
Kapolsek Banda Sakti, Iptu Faisal, SH bersama personelnya memperlihatkan sejumlah barang bukti yang diamankan dari pelaku pemalsuan surat retrbusi sampah di Lhokseumawe, Selasa (15/11/2022). 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - RS (40), warga Lhokseumawe diamankan tim Sat Reskrim Polsek Banda Sakti.

Ia ditangkap pada 15 Oktober 2022, di rumahnya Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, karena telah memalsukan surat setoran retribusi sampah

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan barang bukti satu set perangkat komputer yang digunakan pelaku untuk membuat surat setoran retribusi daerah palsu. 

Kemudian, turut disita 23 lembar surat setoran retribusi daerah palsu, satu unit sepeda motor, dan satu lembar surat setoran retribusi daerah asli sebagai pembanding. 

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, SIK, melalui Kapolsek Banda Sakti, Iptu Faisal SH mengatakan, kasus itu terungkap setelah pihak Dinas Lingkungan Hidup ( DLHK) Lhokseumawe membuat laporan.

Di mana dengan LP /119/X/2022/SPKT/Sek Sakti/Res Lsw/Polda Aceh tanggal 14 Oktober 2022, maka kasus itu telah ditindaklanjuti sampai tersangka diamankan ke Polsek Banda Sakti untuk dimintai keterangan terkait telah memalsukan surat retribusi sampah.

Baca juga: DLHK Lirik Retribusi Sampah Medis

"Modus yang dilakukan tersangka adalah dengan mendatangi tempat usaha dan mengaku kalau dirinya adalah petugas pengutip retribusi sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Lhokseumawe,” beber Kapolsek. 

“Kemudian, tersangka menanyakan pemilik tempat usaha dan apakah sudah menyetor retribusi sampah serta mencatatnya," jelas Iptu Faisal kepada Serambinews.com, Selasa (15/11/2022).

Lalu, sambung Kapolsek, RS membuat kwitansi Surat Setoran Retribusi Daerah (SSRD) lengkap dengan kop Pemko Lhokseumawe Dinas Lingkungan Hidup. 

Kemudian pelaku membuat tanda tangan atas nama petugas Yusra dan stempel. 

“Setelah itu baru tersangka kembali ke tempat usaha untuk menyerahkan SSRD, sehingga pemilik usaha yakin dan membayar sesuai nominal yang disebutkan di surat itu,” terangnya.

Disebutkannya, tersangka mengaku sudah menjalankan aksinya sebanyak 43 kali dengan sasaran tempat-tempat usaha yang tersebar di Kecamatan Banda Sakti dan Muara Dua, dalam kurun waktu dua tahun sejak 2021 sampai 2022. 

Baca juga: Banda Aceh Bentuk Tim Retribusi Sampah

“Rata-rata tempat usaha yang dipungut retribusi sampah untuk jangka waktu satu tahun, jumlahnya bervariasi,” bebernya.

Iptu Faisal menambahkan, jumlah retribusi sampah yang dikutip pelaku bervariasi mulai dari Rp 60 ribu sampai Rp 4,3 juta. 

“Sementara total uang yang berhasil diambil tersangka sebanyak Rp 11,2 juta,” paparnya.

“Saat ini, keterangan dari tersangka telah dikumpulkan. Selanjutnya, proses ke tahap pelimpahan berkas ke Jaksa,” pungkasnya.(*)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved