Berita Banda Aceh

Ini Ciri-Ciri atau Gejala Polio, Dinkes Gencarkan Vaksinasi Massal Polio di Seluruh Aceh

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif mengatakan, hingga kini belum ada obat untuk menyembuhkan polio.

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBI FM/ARDI
Dokter Anidar, Sp.A(K) (Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aceh, dr. Hanif (Kepala Dinas Kesehatan Aceh), dan dr. Arika Aboebakar, Sp.OG(K) (Kepala Dinas Kesehatan Pidie) menjadi narasumber talkshow interaktif dengan tema "Update Penanganan KLB Polio Pidie" di Radio Serambi FM 90.2, Jumat (25/11/2022) petang. Talkshow atas kerja sama Dinkes Aceh, Yayasan Darah untuk Aceh, dan Unicef Perwakilan Aceh ini dipandu Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika. 

Imunisasi untuk anak usia sekolah, kata Hanif, dilakukan di sekolah masing-masing atau bisa juga di posyandu dan puskesmas.

Hanif menegaskan bahwa imunisasi polio tahap I dan II ini dilakukan melalui tetes vaksin by oral (ke mulut) dan tidak melalui injeksi (suntik).

"Jadi, anak-anak kita tidak perlu takut. Kita pilih metode imunisasi yang paling mudah, cepat, dan aman," kata Hanif.

Ia juga mengimbau perlunya dukungan dari forkopimda, ulama, tokoh-tokoh masyarakat, jajaran dinas kesehatan, dinas pendidikan, dewan guru, juga insan pers untuk menyukseskan kedua tahap imunisasi massal polio tersebut.

"Cakupan kebersihan imunisasi ini kita targetkan 95 persen. Jika tak tercapai, akan kita ulang atau optimalkan lagi," imbuh Hanif.

Sementara itu, dr Arika Aboebakar juga menargetkan angka 95 persen untuk cakupan imunisasi polio di seluruh Kabupaten Pidie.

Ia optimis target tersebut akan tercapai dengan dukungan berbagai pihak berpengaruh di Pidie, apalagi imunisasi ini dilakukan melalui tetes vaksin di mulut.

Baca juga: Kemenkes: 3 Anak di Aceh Positif Virus Polio Tanpa Gejala Lumpuh Layuh, Belum Vaksinasi Lengkap

Erika menambahkan, anak yang pertama terinfeksi polio itu sekarang sudah dibawa ke Banda Aceh untuk perawatan.

Sedangkan tiga anak lainnya yang juga terinfeksi masih berada di desa asalnya, sebuah desa dalam Kecamatan Mane Pidie.

Kadis Kesehatan Aceh berharap, tiga orang anak yang juga terinfeksi polio itu nantinya akan dibawa ke Banda Aceh untuk perawatan.

"Makan, penginapan, dan tranportasinya ditanggung Dinas Kesehatan Aceh," kata Hanif.

Sementara itu, dr Anidar mengingatkan pasien dengan keluhan lumpuh kaki sebaiknya jangan ditangani di puskesmas, tapi rujuklah secepatnya ke rumah sakit.

Baca juga: Pemain Arab Saudi Banjir Bonus, Dapat Mobil Mewah dan Uang Miliaran Setelah Libas Argentina

Kepada para sejawat dokter dan perawat, Anidar bersaran, "Bawalah segera ke rumah sakit kalau ada anak yang tidak bisa berjalan. Asumsikan saja dulu pasien itu polio daripada terlambat ditangani sesuai protokol penanganan polio."

Dokter spesialis anak ini juga menyebutkan ciri-ciri atau gejala polio. antara lain, demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher, dan nyeri di tungkai.

"Satu hal lagi yang khas, polio itu selalu menyerang salah satu kaki penderitanya. Belum pernah ditemukan pada dua kaki penderitanya sekaligus," ujarnya.

Baca juga: Kasus Polio Pidie Pertama di Indonesia, Terakhir Tahun 2006 di Aceh Tenggara

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved