Breaking News:

30 Menit Bersama Tokoh

Rektor UNIKI: Kampus Harus Melawan Paham Radikalisme

“Kampus ini sudah cukup lama dinilai sebagai lembaga positif. Jangan sampai berubah dan kampus dikenal sebagai sarangnya radikal.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
Rektor UNIKI: Kampus Harus Melawan Paham Radikalisme
Tangkap Layar Youtube SERAMBINEWS
Rektor UNIKI Bireuen, Prof Dr Apridar SE MSi menjadi narasumber di podcast 30 Menit Bersama Tokoh dengan tema ‘Menakar Bahaya Radikalisme di Kampus’ yang disiarkan secara langsung di Youtube Serambinews dan Facebook Serambinews.com, dipandu oleh News Manager Serambi Indonesia,Senin (28/11/2022).

Rektor UNIKI : Kampus Harus Melawan Paham Radikalisme

SERAMBINEWS.COM - Kampus merupakan lembaga intelektual, tempat di mana mahasiswa berkumpul untuk menuntut ilmu dengan aman dan nyaman, serta menjadikan mereka untuk berfikir cerdas dan kritis.

Namun kenyataannya, tidak semua hal bisa berjalan dengan lancar.

Terkadang ada hal-hal yang bisa mengganggu kehidupan di kampus.

Salah satu hal tersebut adalah paham radikalisme.

Rektor Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen, Prof Dr Apridar SE MSi mengatakan kampus diisi oleh kelompok orang berilmu yang memiliki tujuan sebagai penerang masyarakat.

Baca juga: Ketua FKPT Aceh: Hasil Kajian BNPT, Potensi Radikalisme lebih Rentan pada Kalangan Perempuan

Akan tetapi, kata dia, kampus sangat rentan dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk memperjuangkan sebuah ideologi dirinya atau kelompoknya.

Kampus ini sudah cukup lama dinilai sebagai lembaga positif. Jangan sampai berubah dan kampus dikenal sebagai sarangnya radikal.

Kalau itu sudah terjadi, berarti kita sudah tidak mampu menjaga kampus,” ungkapnya sebagai narasumber dalam podcast ’ 30 Menit Bersama Tokoh’, Senin (28/11/2022).

Mengangkat tema “Menakar Bahaya Radikalisme di Kampus”, program ini tayang secara langsung di Youtube Serambinews dan Facebook Serambinews.com ini dipandu oleh News Manager Serambi Indonesia, Bukhari M Ali.

Baca juga: Cegah Radikalisme dan Terorisme di Daerah, FKPT dan BNPT Akan Libatkan Para Pemuda Aceh

Lebih lanjut, Prof Apridar mengatakan bahwa, radikalisme merupakan sebuah paham atau aliran yang ingin merubah suatu idelogi hingga pada akar-akarnya dengan cara pemaksaan.

“Makanya fungsi kampus sekarang ini membuat hal tersebut tidak terjadi,” tuturnya.

Ia menegaskan, kampus haruslah berjalan pada jalur yang benar dengan ideologi negara yang sudah disepakati dan jangan terpengaruh tindakan adu domba oleh seseorang atau kelompok tertentu.

“Kalau kampus sudah chaos dan terpecah belah, dengan mudahnya akan masuk ideologi yang bertentangan,” ungkap Prof Apridar.

Menurutnya, untuk mencapai suatu kebajikan tidaklah memandang kampus dan orang di dalamnya itu dari sisi yang negatif.

Jika hal tersebut terjadi maka keharmonisan sudah tidak ada.

“Mari kita berbuat yang terbaik menurut yang kita pahami sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dan janganlah kita membuat perpecahan,” pungkasnya. (ar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved