Sidang Pembunuhan Brigadir J
Bharada Eliezer Tertawa Dengar Keterangan Ricky Rizal, Hakim: Ada Ketidaksesuaian Cerita Saudara
Bharada Eliezer tertawa saat mendengarkan keterangan Ricky Rizal dalam lanjutan sidang pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Sen
Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
"Bahkan itu ada di CCTV yang mulia, waktu saya dipanggil ibu di depan itu, saya yang disuruh mengantarkan ibu untuk isolasi, sedangkan yang lain tidak ada perintah sama sekali untuk ikut isolasi," kata Ricky.
"Maksudnya tidak ada ajakan dari saya pun, eh Yos masuk sini ikut isolasi, kan tidak ada yang mulia karena saya ada di sebelah kanan mobil," tambahnya.
Baca juga: Hakim Tanya Kenapa Tak Tolak Perintah Sambo, Bharada Eliezer: Pikiran Saya Akan Sama Kayak Almarhum
Bharada E Tak Berani Tolak Perintah Kadiv Propam
Terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E menyampaikan alasannya kenapa tidak menolak perintah Ferdy Sambo untuk menembak Yosua.
Hal itu ditanyakan hakim karena Bripka Ricky Rizal berhasil menolak permintaan Sambo menghabisi langsung nyawa Brigadir J dengan tangannya.
“Kenapa gak kamu tolak,” tanya hakim dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dilihat Serambinews.com dari tayangan Kompas TV, Rabu lalu.
"Saya tidak berani menolak yang mulia," jawab Bharada Eliezer.
Selanjutnya hakim menanyakan apakah ada orang lain selain dirinya yang disuruh untuk menembak, Bharada Eliezer menjawab tidak tahu.
"Saya tidak tahu yang mulia," jawabnya.
Baca juga: Tiap Malam Bharada E Bermimpi Dihantui Sosok Brigadir J Usai Pembunuhan di Duren Tiga
Lalu hakim menyampaikan kalau dalam dakwaan, Ricky Rizal sempat disuruh oleh Ferdy Sambo menembak Yosua, namun ia mampu menolak perintah tersebut.
"Kenapa kamu gak menolak," tanya hakim.
Bharada Eliezer kemudian memberikan jawaban kalau yang memerintahkannya merupakan jenderal bintang dua yang saat itu menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.
“Izin yang mulia, ini jenderal bintang dua yang mulia, menjabat sebagai Kadiv Propam yang mulia dan posisi saat itu pangkat saya sampai sekarang ini saya masih aktif juga, saya Bharada yang mulia, pangkat terendah seorang tamtama," ucap Bharada Eliezer.
"Dan dari kepangkatan situ saja kita bisa melihat rentang kepangkatan itu antara langit dan bumi yang mulia," tambahnya.
Bharada Eliezer berujar, jangankan jenderal yang memerintahkannya, sesama tamtama saja yang beda satu pangkat, ia tak berani menolak.