Breaking News:

Berita Aceh Utara

Cari Cadangan Migas, PGE Persiapkan Pengeboran 3 Sumur di Aceh Utara Mulai Desember, Ini Lokasinya 

Hal itu disampaikan Field Manager PGE, Agung Widyantoro, dalam wawancara Rabu (7/12/2022) seusai “Sosialisasi Pemboran Area AOB & Rayeu kepada jurnali

Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Dokumen PGE 
Jurnalis di Lhokseumawe dan Aceh Utara mengikuti sosialisasi pengeboran yang diadakan PGE di salah satu hotel di Lhokseumawe, Rabu (7/12/2022) 

Hal itu disampaikan Field Manager PGE, Agung Widyantoro, dalam wawancara Rabu (7/12/2022) seusai “Sosialisasi Pemboran Area AOB & Rayeu kepada jurnalis Aceh Utara dan Lhokseumawe” di Hotel Rajawali Lhokseumawe. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Perusahaan milik Pemerintah Aceh, PT Pema Global Energi ( PGE), mulai mempersiapkan pengeboran untuk mencari cadangan minyak dan gas (migas) di tiga lokasi dalam Kabupaten Aceh Utara mulai Desember 2022 hingga Juli 2023. 

Sebelum melakukan pengeboran tersebut, PGE sudah melakukan survei Seismik di tiga lokasi tersebut. 

Hal itu disampaikan Field Manager PGE, Agung Widyantoro, dalam wawancara Rabu (7/12/2022) seusai “Sosialisasi Pemboran Area AOB & Rayeu kepada jurnalis Aceh Utara dan Lhokseumawe” di Hotel Rajawali Lhokseumawe. 

Kegiatan itu juga dihadiri Staf Divisi Formalitas dan Hubungan Eksternal Badan Pengelolaan Migas Aceh atau BPMA, Akhyar. 

Masing-masing, lokasi pertama sumur A-55 berada di kawasan Desa Desa Mampree dan Desa Ampeh, Kecamatan Syamtalira Aron.

Baca juga: Cadangan Migas Aceh Turun, BPMA: Penerimaan Setimpal dengan Kondisi

Kemudian lokasi kedua, Sumur A-72A di kawasan Desa Tanjong Krueng Pase, juga Kecamatan Syamtalira Aron dan lokasi ketiga sumur Rayeu C-1A di Desa Meudang Ara, Kecamatan Baktiya. 

Direncanakan pengeboran pertama dilakukan di Sumur A-55 dengan kedalaman mencapai 2.3 kilometer atau 7.000 feet dengan durasi waktu sekitar 42 hari.

Untuk pengeboran satu sumur PGE membutuhkan modal mencapai 42 juta dollar, atau sekitar Rp 300 miliar.

“Historisnya pernah dilakukan pengeboran sebelumnya, cuman zaman waktu itu terdatanya belum ekonomis,” ujar Agung. 

Pasalnya, saat itu Mobil Oil memilih sumur yang memiliki cadangan migas lebih besar. Namun, dengan optimasi tenaga kerja yang lebih efisien, semoga hasilnya bisa ekonomi bagi PGE. 

Baca juga: VIDEO Penggunaan Komponen Dalam Negeri Pada Badan Pengelola Migas Aceh Terus Meningkat

“Kalau hitungan mereka tidak efisien, tapi dengan optimasi yang dilakukan, insya Allah nantinya bagi PGE akan efisien,” ujar Field Manager PGE

Sementara proses seismic kata Agung, hingga sekarang masih berlanjut dan belum ada hasil akhir, karena masih perlu studi lebih lanjut. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved