Breaking News:

Internasional

China Menjadi Mitra Dagang Utama Arab Saudi, Bagian Penting Menghidupkan Kembali Jalur Sutra Kuno

China telah menjadi mitra dagang utama Arab Saudi dalam beberapa dekade terakhir ini.

Editor: M Nur Pakar
Foto: Saudi Press Agency
Aktivitas Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi. 

SERAMBINEWS.COM, RIYADH - China telah menjadi mitra dagang utama Arab Saudi dalam beberapa dekade terakhir ini.

Tujuan China menghidupkan kembali Jalur Sutra kuno di wilayah Timur Tengah, ternyata sangat melibatkan Kerajaan Arab Saudi.

Hal itu berdasarkan leputusan yang dibuat selama dekade terakhir sejak Xi Jinping menjadi presiden telah menempatkan China pada pijakan yang kokoh untuk menjadi kekuatan ekonomi unggulan Asia, jika bukan dunia.

Banyak prestasi negara itu menjadi pusat perhatian saat Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi sebagai tanggapan atas undangan dari Raja Salman.

Berkat reformasi besar-besaran, keterlibatan diplomatik, dan pembangunan infrastruktur besar-besaran, China telah muncul hari ini sebagai mitra dagang terbesar di kawasan Arab.

Sehingga, dapat merebut kembali jubah bersejarahnya sebagai pembangkit tenaga ekspor.

Apa yang membuat China menjadi pengekspor yang tangguh adalah keragaman produk yang diproduksinya.

Negeri Tirai Bambu ini telah beralih dari pertanian, pakaian, dan tekstil menjadi elektronik, mesin, dan komputer, membuatnya kurang rentan terhadap gejolak pasar.

Kebangkitan Cina tentu saja tidak terjadi dalam semalam.

Pada awal 1970-an, bagian negara itu dalam perdagangan global kurang dari 1 persen.

Kemudian, setelah serangkaian reformasi yang dirancang untuk membuka perekonomian, permintaan ekspor melonjak, tumbuh dari $2,31 miliar pada tahun 1970 menjadi $7,69 miliar pada tahun 1975.

Pada tahun 1985, ekspor China telah mencapai nilai $25,77 miliar, tumbuh sepanjang dekade hingga tahun 1993.

Ketika nilai ekspor hampir dua kali lipat hanya dalam satu tahun dari $53,36 miliar menjadi $104,61 miliar pada tahun 1994.

Pertumbuhan lebih lanjut mengikuti masuknya China ke dalam Organisasi Perdagangan Dunia pada Desember 2001, mendorong lonjakan nilai senilai $520,24 miliar hanya dalam jangka waktu lima tahun.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved