Berita Lhokseumawe
Makanan dan Tembakau Sumbang Deflasi di Kota Lhokseumawe Pada November 2022
Adapun deflasi Kota Lhokseumawe pada Bulan November 2022, bersumber dari penurunan harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman...
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
Adapun deflasi Kota Lhokseumawe pada Bulan November 2022, bersumber dari penurunan harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,46 persen.
Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Sesuai data yang dirilis Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe, pada November 2022, Lhokseumawe mengalami deflasi atau penurunan harga barang dan jasa secara umum sebesar 0,35 persen (month-to-month/mtm).
Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan Bulan Oktober 2022 yang mengalami inflasi sebesar 0,04 % (mtm).
"Jika dibandingkan dengan dua kota lainnya yang menjadi perhitungan inflasi di Provinsi Aceh, inflasi Kota Lhokseumawe pada Bulan November 2022 lebih rendah, bila dibandingkan Kota Banda Aceh dan Meulaboh yang tercatat inflasi sebesar 0,11 % dan 0,62 % (mtm)," ujar Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Gunawan, Jumat (9/12/2022).
Secara keseluruhan, Provinsi Aceh mengalami deflasi sebesar 0,13 % (mtm), nilai ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,25 % (mtm).
"Secara nasional, pada Bulan November 2022 terjadi inflasi sebesar 0 09 % (mtm)," katanya.
Berdasarkan perkembangan tersebut, maka inflasi tahunan Kota Lhokseumawe pada November 2022 mencapai 4,42 % (year on year/yoy) atau lebih tinggi dari rentang sasaran inflasi Pemerintah tahun 2022 sebesar 3,0 % ±1 % (yoy).
Adapun deflasi Kota Lhokseumawe pada Bulan November 2022, bersumber dari penurunan harga pada kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil deflasi sebesar 0,46 % .
Baca juga: Sukses Kendalikan Inflasi, Pemkab Pidie Jaya Dapat Penghargaan dari BI Perwakilan Aceh
Sedangkan secara komoditas, ada lima komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil deflasi terbesar di antaranya ikan tongkol (0,24 % ), beras (0,17 % ), cabai merah (0,10 % ), udah basah (0,09 % ), dan ikan decis (0,07 % ).
"Penurunan harga ikan tongkol akibat musim ikan yang sedang berlangsung. Selain itu, terganggunya arus lalu lintas akibat banjir Aceh Tamiang, membuat nelayan tidak bisa menjual hasil tangkapannya ke luar Lhokseumawe yang berdampak pada peningkatan pasokan dan turunnya harga ikan tongkol dan ikan dencis. Sementara itu, penurunan harga beras seiring dengan meningkatnya produksi di sejumlah daerah penghasil seperti Aceh Utara dan Bireuen sesuai dengan pola musiman. Penurunan harga juga terjadi pada cabai merah, seiring terjaganya pasokan dengan dimulai masuknya musim panen di beberapa sentral produksi," papar Gunawan.
Di sisi lain, terdapat lima komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi terbesar di Kota Lhokseumawe antara lain rokok kretek filter (0,11 % ), bawang merah (0,07 % ), telur ayam ras (0,05 % ), jeruk besar (0,04 % ), dan minyak goreng (0,04 % ).
Sedangkan harga rokok kretek filter mengalamani kenaikan, disebabkan oleh meningkatnya permintaan pasca ditetapkannya kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) untuk rokok sebesar 10 % pada tahun 2023 dan 2024 oleh pemerintah.
Komoditas bawang merah juga turut mengalami kenaikan harga, seiring telah lewatnya masa puncak panen.
Faktor curah hujan yang masih cenderung tinggi juga turut mempengaruhi hasil panen para petani.
Baca juga: Harga Cabai Merah Turun, November Aceh Deflasi 0,12 Persen