Breaking News:

Berita Lhokseumawe

UNHCR Sayangkan Aksi Penolakan Rohingya di Aceh, Berharap Ada Titik Temu Antara Warga dan Pengungsi

Hal itu disampaikan oleh UNHCR Indonesia, menyusul aksi pengusiran Rohingya oleh barisan yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Menggugat (AMM).

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Anak-anak Rohingya, saat mengintip warga yang melakukan aksi penolakan Rohingya di eks kantor Imigrasi, Puentuet, Lhokseumawe, Kamis (8/12/2022). 

Hal itu disampaikan oleh UNHCR Indonesia, menyusul aksi pengusiran Rohingya oleh barisan yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Menggugat (AMM).

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Pihak UNHCR menyatakan sikap sangat menyayangkan solidaritas rakyat Aceh yang dulunya sangat kuat, kini telah memudar terhadap Rohingya yang merupakan korban perang.

Hal itu disampaikan oleh UNHCR Indonesia, menyusul aksi pengusiran Rohingya oleh barisan yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Menggugat (AMM).

Keterangan yang diperoleh dari Public Information Officer UNHCR di Jakarta kepada Serambinews.com, Kamis (8/12/2022) menyatakan selama bertahun–tahun, Indonesia telah menjadi negara panutan bagi negara lainnya di kawasan Asia Pasifik.

Karena tradisi kemanusiaan yang dijalankan di Indonesia dalam memberikan perlindungan bagi pengungsi.

Oleh karena itu, pihak UNHCR sangat menyayangkan bahwa saat ini melihat solidaritas terhadap pengungsi memudar dibandingkan pada waktu waktu sebelumnya.

Dimana para pengungsi Rohingya adalah orang-orang yang telah kehilangan segalanya, termasuk orang yang mereka sayangi dan mereka terpaksa meninggalkan negara asalnya untuk mencari keselamatan di negara lain, termasuk Indonesia.

“Kita harus ingat bahwa suaka adalah hak asasi manusia dan bahwa setiap orang memiliki hak untuk mencari suaka menurut Deklarasi Universal artikel 14 dan UUD 1945 pasal 28(G).

Baca juga: Warga Resah Rohingya Melanggar Adat hingga Mencuri Kelapa

Kami berharap semangat kemanusiaan ini akan terus ada di negara ini, negara yang rakyatnya dikenal baik sebagai orang – orang yang bersahabat di mata dunia,” ujar Public Information Officer UNHCR.

UNHCR mendengarkan keprihatinan masyarakat setempat dan berharap dapat mencapai titik temu, untuk menyelesaikan permasalahan yang mungkin terjadi ada di antara para pengungsi dan masyarakat.

“Seperti biasanya, kami selalu mengimbau pengungsi, termasuk pengungsi Rohingya di Aceh, untuk selalu mentaati dan mengikuti norma sosial yang berlaku di Indonesia,” jelas UNHCR.

Pihak UNHCR juga sangat yakin, para pengungsi tidak bermaksud untuk bertindak tidak hormat terhadap masyarakat setempat.

“Sebagaimana terlihat dalam pengalaman tahun–tahun sebelumnya ketika pengungsi tinggal di penampungan di BLK, Kandang, Lhokseumawe,” demikian Public Information Officer UNHCR.(*)

Baca juga: VIDEO UNHCR Tunggu Keputusan Pusat Terkait Penolakan Rohingya oleh Warga


  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved