Jurnalisme Warga
Program Afirmasi Mengantarkanku ke SMAN 4 Kota Banda Aceh
Melalui Program Adem pemerintah mengharapkan anak-anak yang tinggal di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) juga mendapatkan pendidikan layak

Sempat kecewa dengan sekolah yang tidak memberikan saya dispensasi nilai.
Padahal, harapan saya nilai tidak akan turun walaupun saya ikut lomba apa pun.
Ya, namanya juga harapan, kan? Namun begitu, saya belajar bangkit, dengan terus memacu semangat saya untuk meningkatkan kembali nilai semester yang terkahir.
Setelah beragam proses yang saya lalui, akhirnya terpilihlah nama saya menjadi salah satu siswa Program Afirmasi dan tibalah saya di Banda Aceh.
Menjadi siswa baru di sekolah yang baru tentu menjadi PR tersendiri, proses adaptasi membuat saya harus terbiasa, menjadi anak perantauan.
Saya tinggal di asrama dekat dengan sekolah.
Kami mendapatkan fasilitas yang layak dan nyaman.
Selama menempuh pendidikan, kami tidak perlu memikirkan makan dan pakaian sekolah karena semua itu ditanggung oleh sekolah.
Baca juga: Rinda Febriola, Siswa SMAN 4 Takengon Masuk Tim Paskibra 2022 di Istana Negara
Afirmasi yang bermanfaat
Tugas kami sebagai penerima Program Afirmasi hanya untuk belajar dengan rajin dan giat.
Kami juga mendapatkan uang saku sebesar Rp350.000 per bulan.
Di malam hari, kami diwajibkan mengikuti pengajian yang diasuh Ustaz Abdullah untuk membimbing dan memperdalam ilmu agama kami.
Sore hari kami jug ada les atau belajar tambahan dengan guru-guru yang berbeda.
Kami terus dimotivasi agar bisa menjadi siswa berprestasi, meskipun awalnya terbilang sulit.
Namun, semakin hari rutinitas itu semakin nyaman untuk digeluti.