Internasional
Tentara India dan China Bentrok Lagi, Beijing Coba Ubah Status Quo Perbatasan yang Disengketakan
Tentara India dan China kembali bentrok di sepanjang perbatasan yang masih disengketakan.
SERAMBINEWS.COM, NEW DELHI - Tentara India dan China kembali bentrok di sepanjang perbatasan yang masih disengketakan.
Menteri Pertahanan India, Rajnath Singh, Selasa (13/12/2022) mengatakan itu menjadi kekerasan terbaru di sepanjang perbatasan yang diperebutkan sejak Juni 2020, usai pasukan kedua negara terlibat dalam perkelahian mematikan.
Rajnath Singh, yang berbicara kepada anggota parlemen mengatakan bentrokan pada Jumat (9/12/2022) di sepanjang sektor Tawang, negara bagian Arunachal Pradesh timur dimulai ketika pasukan China merambah wilayah India.
Dilansir AFP, Singh menuduh China secara sepihak mencoba mengubah status quo di sepanjang perbatasan yang disengketakan di dekat Sungai Yangtze.
Singh mengatakan tidak ada tentara India yang terluka parah dan pasukan dari kedua belah pihak segera mundur dari daerah itu.
Sebuah pernyataan dari tentara India mengatakan pasukan dari kedua belah pihak mengalami luka ringan.
Baca juga: KTT India-Asia Tengah Fokuskan Afghanistan, Cegah Jadi Tempat Perkembangan Kelompok Teroris
Dia mengatakan komandan militer setempat bertemu pada Minggu (11/12/2022) untuk membahas perselisihan tersebut dan pemerintah India berbicara dengan China melalui saluran diplomatik.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenin tidak memberikan perincian tentang insiden tersebut pada pengarahan harian.
Tetapi China berharap India akan bergabung dalam mewujudkan kesepakatan antara kedua pihak.
Bahkan, secara bersama-sama menjaga perdamaian dan ketenangan di kawasan perbatasan China-India.
” Sejauh yang kami pahami, situasi saat ini di perbatasan China-India secara keseluruhan damai dan stabil,” kata Wang.
Selama beberapa dekade, India dan China telah dengan sengit memperebutkan Garis Kontrol Aktual.
Satu demarkasi longgar yang memisahkan wilayah yang dikuasai China dan India dari Ladakh di barat hingga negara bagian Arunachal Pradesh di India timur, yang diklaim China secara keseluruhan.
Baca juga: India Tolak Klaim Perbatasan Ladakh 1959, China Tebar Perang Psikologis
India dan China berperang memperebutkan perbatasan pada tahun 1962.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, tentara dari kedua belah pihak telah berpatroli di sepanjang perbatasan yang disengketakan.
Tentara lawan sering melakukan kontak dan kedua raksasa Asia itu saling menuduh mengirim pasukan ke wilayah masing-masing.
Pada Juni 2020, bentrokan di pegunungan Karakoram di Lembah Galwan , Ladakh memicu ketegangan setelah tentara bertempur dengan batu, tinju, dan pentungan.
Sedikitnya 20 tentara India dan empat tentara Cina tewas.
Kedua negara menempatkan puluhan ribu pasukan yang didukung oleh artileri, tank, dan jet tempur di sepanjang perbatasan de facto mereka.
Setelah beberapa pertemuan antara komandan militer, tentara India dan China telah mundur dari titik gesekan utama di Ladakh, tetapi ketegangan antara kedua raksasa Asia itu tetap ada.
Baca juga: Tentara India Uji Ketahanan Musim Dingin di Perbatasan Ladakh, Hadapi Tentara Wajib Militer China
Pada November 2022, Panglima Militer India Manoj Pande mengatakan tidak ada pengurangan yang signifikan dalam kekuatan pasukan China di Ladakh.
Dia mengatakan situasi perbatasan stabil tetapi tidak dapat diprediksi.(*)