Jumat, 8 Mei 2026

Opini

Wajah Islam di Piala Dunia Qatar

Dalam pegelaran Piala Dunia Dunia 2022 yang sedang berlangsung, Qatar sebagai Tuan Rumah secara efektif mempromosikan wajah indah ajaran Islam

Tayang:
Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Sekretaris Jenderal DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Teuku Zulkhairi 

Saya tidak mengalami pelecehan yang saya alami di Inggris. Saya tidak tahu bagaimana mereka mencapai itu tetapi ini adalah lingkungan yang luar biasa untuk dialami".

Selain itu, banyak wanita mengatakan bahwa larangan Qatar atas penjualan alkohol di dekat stadion sepak bola telah membantu mengurangi suasana permusuhan yang terkait dengan pertandingan tersebut.

Selain melarang minuman keras di stadion, Qatar sebagaimana diketahui juga menolak semua simbol-simbol LGBT karena bertentangan dengan ajaran Islam.

Keramah-tamahan Qatar menyambut tamu (dalam bahasa Aceh dikenal dengan istilah “Peumulia Jamee”) serta konsistensinya pada nilai-nilai Islam membuat warga dunia mau tidak mau akan memahami visi-visi kebaikan dari ajaran Islam yang selama ini ditutup-tutupi oleh media Barat dan para pembenci Islam.

Baca juga: Prancis Kutuk Israel, Usir Pengacara HAM Prancis-Palestina dari Tanah Kelahirannya Jerusalem Timur

Pada faktanya, kita telah menyaksikan bahwa dunia selalu disuguhi informasi yang buruk tentang Islam. Media-media Barat yang dikuasi Yahudi tidak kenal lelah mencitrakan Islam sebagai agama yang “menyeramkan”.

Citra Islam yang muncul di mata dunia seolah muslim itu adalah manusia-manusia bengis yang tak berperadaban. Tentu dugaan ini jauh dari panggang dari api.

Tapi meski jauh panggang dari api, citra itu sudah cenderung melekat karena sudah sangat berhasil dipropagandakan oleh mereka yang membenci ajaran Islam.

Bahkan tidak jarang turut dipropagandakan oleh sekelompok muslim sendiri yang berfikiran sekuler liberal karena terpengaruh dengan cara pandang Barat yang salah kepada Islam.

Alhasil, menjadi muslim dewasa ini tidak jarang ini menjadi sebuah pilihan yang sulit.

Tanyakan kesulitan ini kepada muslim yang mengalami diskriminasi rasial, Xenophobia dan Islamphobia di berbagai negara Barat seperti Perancis dan Jerman.

Tanyakan juga kesulitan yang menimpa muslim di India, Myanmar, Xinjiang-China dan sebagainya.

Baca juga: Ini 8 Pelatih Jadi Korban Setelah Gagal di Piala Dunia 2022 Qatar

Di sana mereka seringkali tidak mudah menampakkan identitas Islamnya. Kondisi mereka sersis seperti kata Rasulullah Saw, “Akan datang suatu masa, di mana orang yang bersabar (berpegang teguh) pada agamanya seperti orang yang sedang menggenggam bara api””.

Realitas seperti ini yang agaknya disadari betul oleh Qatar sehingga negera kecil di Teluk ini yang terkenal kedermawanannya mencoba mewakili dunia Islam untuk menunjukkan wajah indah umat Islam kepada dunia.

Ibaratnya, Qatar mencoba menyalakan setitik cahaya di tengah kegelapan. Maka Qatar mengeluarkan banyak biaya melangsungkan even sepak bola Piala Dunia yang sangat digemari oleh manusia sejagad ini.

Keberhasilan Qatar sebagai Tuan Rumah ini dipuji oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino yang menggambarkan Piala Dunia 2022 di Qatar saat ini sebagai 'yang terbaik dalam sejarah' sebagaimana dilansir media Spanyol Marca.com pada 7 Desember lalu.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved