Berita Politik

Benarkah PKS dan Demokrat Tinggalkan NasDem Usung Anies? Guru Besar USK Ungkap Strategi Surya Paloh

NasDem belum berkoalisi dengan PKS dan Demokrat dan diisukan bakal tinggalkan partai pengusung Anies itu, sementara Guru Besar USK sebut ini permainan

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
YouTube Serambinews
NasDem belum berkoalisi dengan PKS dan Demokrat dan diisukan bakal tinggalkan partai pengusung Anies itu, sementara Guru Besar USK, Prof Humam Hamid sebut ini permainan Surya Paloh. 

Bila Anies Disebut Gagal, Pak Jokowi Lebih Gagal Lagi

Guru Besar Sosiolog USK, Prof Ahmad Humam Hamid menyampaikan, ada sejumlah pihak yang terus menyuarakan kalau Anies Baswedan gagal memimpin DKI Jakarta.

Meski demikian, menurutnya jika Anies saja disebut gagal, berarti Jokowi lebih gagal lagi.

Sebab menurutnya, data menunjukkan 80,9 persen warga Jakarta puas terhadap kinerja Anies memimpin Jakarta sebagaimana hasil survei survei Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Sementara Jokowi yang dianggap antitesa Anies menunjukkan, kepuasaan kinerjanya di angka 69 persen sebagaimana hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO).

"Adil dong kalau seperti itu. Jadi kalau mereka mengatakan Anies gagal, pak Jokowi lebih gagal lagi," kata Prof Humam.

Baca juga: Anies Baswedan Blak-Blakan soal Formula E, Invisible Hand hingga Dugaan Politisasi di KPK

Sebagai sosiolog, menurutnya ada semacam kondisi yang melampaui dalam perjalanan politik Anies di mata lawan politiknya.

Hal itu dimulai sejak memenangkan pertarungan politik di Jakarta hingga dijadikan Capres 2024 pilihan Partai NasDem.

Rentetan kondisi yang tidak diharapkan oleh lawan politik Anies itu mulai dari mengalahkan Ahok saat naik menjadi Gubernur Jakarta.

Kala itu Ahok yang notabenenya disiapkan kekuasaan dan merupakan mantan pasangan Jokowi sebelum naik menjadi presiden.

"Itu kontroversial untuk ukuran Indonesia. Dan itu dikalahkan di depan presiden," kata Prof Humam.

Baca juga: Guru Besar USK : Anies Baswedan Mengepung Pulau Jawa, Surya Paloh Mainkan Sandiwara

Kemudian Anies dianggap segera menjadi tolak ukur ke mana tempat melihat pemimpin yang tidak berasosiasi dengan kekuasaan.

"Dia tampil kemudian dimulai dengan sebuah perkara besar, membatalkan reklamasi," jelas Prof Humam.

Lalu ketika tampil menjadi gubernur, Anies diduga bakal gagal memimpin ibu kota negara, namun menurut Guru Besar USK itu justru yang terjadi sebaliknya.

"Kemudian dia dianggap setelah selesai gubernur akan hilang dari ingatan publik, justru yang terjadi pelipatgandaan," ungkap Prof Humam.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved