Berita Politik
Benarkah PKS dan Demokrat Tinggalkan NasDem Usung Anies? Guru Besar USK Ungkap Strategi Surya Paloh
NasDem belum berkoalisi dengan PKS dan Demokrat dan diisukan bakal tinggalkan partai pengusung Anies itu, sementara Guru Besar USK sebut ini permainan
Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
Penolakan Anies Wajar dan Demokrasi
Guru Besar Sosiolog USK, Prof Ahmad Humam Hamid menyampaikan, penolakan suatu sosok dalam dunia perpolitikan dianggap sebagai sesuatu yang wajar.
"(Penolakan) itu wajar, itu demokrasi," ucap Prof Humam.
Menurutnya, hal itu adalah hak semua orang untuk menolak atau menerima, dan itu fair saja.
Hanya saja pola yang dilakukan patut diwaspadai dan dicermati.
Ia mencontohkan saat Anies ke Aceh beberapa waktu, adanya pelarangan izin tempat, pelemparan telur di Kantor NasDem Aceh hingga aksi demo penolakan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
"Ya gak salah juga suruh orangnya kemari untuk impor itu, tapi kita bisa melihat itu bukan genuine Aceh," ucap Prof Humam.
Termasuk dalam hal ini ada pamflet di Aceh bertulis Anies politik identitas, menurutnya itu bukan pekerjaan orang Aceh.
Baca juga: Anies, “Filsafat Bukuem”, dan Feeling Politik Surya Paloh
"Bukan barang Aceh itu, kalau orang Aceh bilang bukan asam keueng itu, barang luar itu. Kalau di Aceh gak laku yang seperti itu," tambah Guru Besar USK itu.
Meski demikian, ia menilai pelarangan hingga pencabutan izin untuk Anies berkunjung ke sejumlah tempat membuatnya malah semakin populer
"Ini gak sadar bahwa ini akan semakin kuat membuat Anies lebih naik, membuat dia lebih populer," kata Prof Humam.
"Kalau saya mengatakan itu adalah hak orang untuk tidak suka, biar. Itu alamia," tambahnya.
(Serambinews.com/Sara Masroni)
Baca juga: Siswa SD Bakar Bus Berlogo PDIP, Dianggap Dihuni Makhluk Halus
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS