Polisi Tembak Polisi

Ahli Peringan Dakwaan Sambo Malah Sebut Orang Disuruh Tak Bisa Dipidana, Blunder Untungkan Eliezer?

Ahli peringan Sambo malah sebut orang yang disuruh oleh aktor intelektual dalam sebuah kasus, tak bisa dipidanakan. Blunder untungkan Bharada Eliezer?

Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
Kolase Tribunnews/Kompas TV
Ahli peringan Sambo malah sebut orang yang disuruh oleh aktor intelektual dalam sebuah kasus, tak bisa dipidanakan. Blunder untungkan Bharada Eliezer? 

Richard menembak sebanyak tiga atau empat kali ke tubuh Yosua hingga korban terkapar mengeluarkan banyak darah.

Ferdy Sambo Tembak Kepala Yosua

Kemudian terdakwa Ferdy Sambo menghampiri Yosua yang tergeletak di dekat tangga depan kamar mandi dalam keadaan tertelungkup dan masih bergerak-gerak kesakitan.

Lalu untuk memastikan benar-benar tidak bernyawa lagi, Ferdy Sambo menghabisi langsung nyawa Yosua.

Ferdy Sambo yang sudah memakai sarung tangan hitam, memegang senjata api dan menembak satu kali mengenai tepat kepala bagian belakang sisi kiri Yosua hingga meninggal dunia.

Untuk menghilangkan jejak, Sambo menembak ke arah dinding di atas tangga beberapa kali, lalu berbalik menghampiri Yosua.

Sambo menempelkan senjata api HS milik korban ke tangan kiri Yosua dan menembakkan menggunakan tangan kiri Yosua ke arah tembok di atas TV.

"Dengan tujuan seolah-olah telah terjadi tembak menembak antara Richard dengan Yosua," ucap JPU.

"Korban meninggal dunia sekira pukul 17.16 WIB," tambahnya.

(Serambinews.com/Sara Masroni)

BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved