Breaking News:

Opini

Politik, Pragmatisme, Gagasan dan Mimpi

Dunia politik dalam konteks nasional dan daerah saat ini demikian dinamis, mulai hiruk-pikuk, memperlihatkan fenomena gambaran tahun politik

Editor: bakri
Politik, Pragmatisme, Gagasan dan Mimpi
FOR SERAMBINEWS.COM
Taufiq Abdul Rahim, Dosen Universitas Muhammadiyah Aceh dan Peneliti Senior Political and Economic Research Center/ PEARC-Aceh

Oleh Taufiq Abdul Rahim, Dosen Universitas Muhammadiyah Aceh dan Peneliti Senior Political and Economic Research Center/ PEARC-Aceh

PERKEMBANGAN dunia politik dalam konteks nasional dan daerah saat ini demikian dinamis, mulai hiruk-pikuk, memperlihatkan fenomena gambaran tahun politik serta penuh dengan aktivitas yang menyita berbagai kalangan, pihak serta seluruh lapisan masyarakat.

Hal ini berhubungan dengan persiapan tahun politik pada masa akan datang, yaitu setelah verifikasi partai politik dan tahapan lanjutan termasuk pencalonan para peserta dan calon legislatif yang semakin intens menjadi ramai perbincangan di ruang publik, yaitu calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), Dewan Perwakilan Daerah (DPD-RI) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/Aceh tingkat I dan II Kabupaten/ Kota (DPRD-A I-II/).

Hal ini baik dari kalangan para politisi maupun aktivis partai politik dan mesin partai yang terlibat, ini semakin ramai serta riuh-rendah berhubungan dengan pencalonan eksekutif baik Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), juga DPRRI, DPD-RI seluruh Indonesia yang akan dilaksanakan dan atau dipilih secara serentak pada tahun 2024.

Sehingga dapat dipastikan bahwa, jadwal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yakni Pemilihan Umum (Pemlu) serentak akan berlangsung hari Senin, Tanggal 14 Februari 2024, sebagai pelaksana adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU), untuk Aceh oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP).

Sehingga deklarasi calon Presiden/Wakil Presiden RI mulai mengemuka serta menggema, juga telah mulai melakukan “road show” dengan menjumpai, menyambangi para pendukung dan juga tim sukses (Timses) dalam rangka meyakinkan dirinya sebagai calon pada Pemilu Serentak 2024 yang akan datang.

Sementara itu jadwal yang ditetapkan oleh KPU bahwa, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Wali Kota/Wakil Wali Kota seluruh Indonesia pada, Rabu, 27 November 2024, sebagai aktivitas lanjutan.

Hal ini semua tidak terlepas dari aturan yang telah ditetapkan bahwa sistem pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 yang berlaku secara struktural, sistematis dan selaras dengan aturan Pemilu yang sangat sentralistik dijalankan, berlandaskan kepada prinsip langsung, umum, bebas dan rahasia yang telah menjadi jargon pesta demokrasi Indonesia.

Ini berkenaan dengan tuntutan demokratisasi yang dinginkan oleh negara serta didukung oleh partai politik yang ada, baik partai politik (Parpol) nasional maupun Parpol Lokal (Parlok) yang akan terlibat dalam kontestasi politik.

Juga dipastikan akan menyita ruang publik secara euforia terhadap semuanya atau masyarakat luas.

Maka berbagai upaya yang dilakukan untuk menarik simpati serta hasrat untuk menjadi penguasa politik semakin menggebu-gebu dari para kontestan peserta politik yang terlibat serta ingin mencalonkan dirinya.

Baca juga: Presiden Persiraja dan Anggota DPR Dampingi Akhyar Antar Syarat Dukungan Balon DPD RI ke KIP Aceh

Baca juga: Pakai Sepeda Ontel dan Baju Kaus Polos Putih, Haji Uma Antar Syarat Dukungan Maju Balon DPD RI

 

Karena itu, dalam konteks politik dan praktik untuk mendapatkan kursi kekuasaan, ini tidak terlepas dari keinginan memperoleh kedudukan politik, sehingga kekuasaan politik yang diinginkan memiliki target yang dikehendaki mesti mendapatkannya melalui cara-cara yang beretika maupun curang dengan menggunakan berbagai upaya agar untuk berhasil bagi para praktisi ataupun politisi yang berambisi terlibat secara praktis terhadap aktivitas politik.

Dalam hal ini praktik demokrasi politik di Indonesia dalam Pemilu sebagai negara membangun, menurut Uhlin (1998) dapat saja demokrasi hadir sebagai nilai pemersatu yang menggembleng wacana dan selanjutnya gerakan demokrasi dari berbagai perspektif; radikal, liberal, konservatif dan islamik.

Dalam hal ini analisis pemersatu masih sangat debateable, karena hakikatnya demokrasi adalah suatu pernyataan yang sangat prinsipil, sehingga reformasi sangat dituntut dalam kehidupan masyarakat, yaitu perubahan lingkungan politik akhirnya mampu mempengaruhi bentuk persaingan sempurna.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved