KUPI BEUNGOH
Tokoh Tahun Ini: Zelensky, Anwar Ibrahim, dan Anies Baswedan
Apa yang menjadi catatan tentang Zelensky adalah keteguhan hatinya untuk berdiri tegak melawan agresi Rusia pada awal tahun ini.
Oleh: Ahmad Humam Hamid*)
TRADISI menobatkan tokoh tahunan yang setiap tahun ditulis majalah TIME sebenarnya telah dimulai 95 tahun yang lalu-1927, dengan istilah “man of the year”.
Namun istilah ini dianggap tidak netral gender, kemudian dirubah menjadi “person of the year” yang dimulai pada tahun 1999.
Julukan itu bukanlah sebuah penghargaan, karena yang menjadi indikator adalah pengakuan tentang pengaruh dari julukan itu terhadap baik atau buruknya berita dan atau kehidupan, pada tahun yang berjalan.
Walaupun istilah tokoh itu lebih berasosiasi dengan individu, orang perorang, namun ditemukan pula pada tahun-tahun tertentu istilah tokoh itu dikaitkan dengan lebih dari satu orang, ataupun kelompok, kejadian, maupun objek tertentu.
Pengakuan kepada Mark Zuckernberg pada tahun 2010 adalah contoh individu, sementara pada tahun 1993 julukan itu diberikan kepada Yasser Arafat dan Yithzak Rabin.
Tokoh tahun 2006 adalah You, anda semua-jamak, yang sebenarnya lebih ditujukan kepada banyak orang yang mengisi konten Youtube, Facebook, Wiki, Wikipedia, MySpace, dan berbagai media sosial lainnya.
Ini sangat berbeda dengan penobatan komputer pada sebagai tokoh pada tahun 1982.
Apapun nama dari tokoh tahun itu, yang penting adalah pengakuan bahwa tokoh itu mempengaruhi berita dan bahkan kehidupan pada tataran global yang lebih besar.
Tahun ini majalah TIME menobatkan Presiden Zelensky dari Ukraina sebagai Person of the Year -tokoh 2022.
Apa yang menjadi catatan tentang Zelensky adalah keteguhan hatinya untuk berdiri tegak melawan agresi Rusia pada awal tahun ini.
Ia adalah seorang presiden yang sama sekali tidak mempunyai latar belakang dan pengalaman militer, namun penampilan dan tindakannya laksana komandan lapangan perang Ukraina melawan Rusia.
Ukraina, dalam konteks perimbangan kekuatan dengan Rusia, sama sekali tak berarti, apalagi negeri ini hanya tak lebih bak sebuah propinsi- disebut negara bagian, dari bekas Republik Uni Soviet, yang kini posisi negara telah digantikan oleh Rusia.
Banyak pihak yang meramalkan, ketika negeri itu di serang oleh negara Vladimir Putin pada awal tahun ini, segera akan jatuh. Yang menjadi pertanyaan tentang kejatuhan itu hanya soal hari, minggu, atau paling lambat bulan.
Tetapi apa nyana? Negara itu di bawah kepemimpinan Zelensky mampu bertahan dari serangan sebuah negara yang tandingannya hanya setara dengan persekutuan NATO, di mana AS dan sekutu Eropanya bersatu, atau mungkin dengan Republik Rakyat Cina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Zelensky-Anwar-Ibrahim-dan-Anies-Baswedan.jpg)