Aliran Sesat

Fakta-Fakta Aliran Sesat di Gowa, Bernama Bab Kesucian, Dilarang Shalat hingga Klaim Kantongi Izin

Aliran yang bernaung dibawah sebuah yayasan itu diduga sesat lantaran para jamaah dilarang makan ikan dan daging hingga minum susu, bahkan shalat.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
TribunGowa.com/Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
Fakta-Fakta Aliran Sesat di Gowa, Bernama Bab Kesucian, Dilarang Shalat hingga Klaim Kantongi Izin 

Pertama, ajaran tersebut mengharamkan yang telah dihalalkan dalam agama Islam, yakni daging ikan dan susu.

"Rasulullah SAW termasuk orang yang gemar meminum susu. Beliau juga menganjurkan para sahabat minum susu dari binatang ternak, seperti kambing, unta, dan sapi," tulis MUI Sulsel, Jumat (30/12/2022).

"Jadi melarang orang minum susu menyalahi sunnah Nabi, serta merusak kesehatan manusia," tambahnya.

Kedua, ajaran Bab Kesucian melarang pengikutnya melaksanakan shalat lima waktu.

Padahal, dalam agama Islam, shalat merupakan salah satu Rukun Islam.

Baca juga: Pengikut Aliran Sesat yang Makan Kotoran Pemimpinnya Ikut Olah Makanan Kemasan, Begini Dampaknya

3. Bantahan Pihak Yayasan

Sementara itu, pihak Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah membantah tudingan adanya aliran sesat.

Bantahan itu disampaikan oleh pimpinan yayasan yakni Wayang Hadi Kesumo (48).

Hadi merantau ke Gowa sejak 2011.  Berselang beberapa waktu ia pun mendirikan Yayasan Nur Mutiara Makrifatullah yang berdiri pada 2019.

Ia mengatakan, setelah dugaan aliran sesat yang dialamatkan kepada yayasannya itu viral, pihak MUI Sulawesi Selatan tidak ada yang melakukan klarifikasi dan berkoordinasi dengannya.

"Yang memviralkan itu, saya baca dari (komentar) MUI Sulawasi Selatan. Nah, mereka dari pihak MUI tidak pernah klarifikasi, tidak pernah datang menanyakan," ungkapnya, Selasa (3/1/2023).

Ia juga menyayangkan dan menganggap sepihak orang yang mengambil foto tanpa izin lalu menulis kata-kata dugaan sesat 

"Bagaimana mengatakan sesat, hanya mengambil gambar, mengambil foto, lalu menuliskan kata-kata sesat tanpa klarivikasi, tampa bertanya, itukan sepihak," katanya.

"Apabila saya sesat seharusnyakan dibimbing, kalau melihat yang salah, bukan menyalahkan," sambungnya.

Hadi juga membantah soal tudingan melarang salat. Begitupun dengan pelarangan atau mengharamkan memakan daging dan ikan.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved