Jumat, 24 April 2026

Berita Aceh Besar

Cara Rohingya Capai Daratan Aceh, Begini Pengakuan Imigran dari Camp 3 Kutupalong Bangladesh

184 pengungsi Rohingya terdampar di pesisir Pantai Kuala Gigieng, Desa Lamnga, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Minggu (8/1/2023)

Penulis: Indra Wijaya | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBI/INDRA WIJAYA
Para pengungsi Rohingya dikumpulkan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan di UPTD Rumoh Seujahtera, Dinsos Aceh, Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, Senin (9/1/2023). 

Terlebih dirinya yang memegang identitas sebagai pengungsi.

Baca juga: Asrama Putri SMA Modal Bangsa di Aceh Besar Terbakar, Barang Milik Siswi tak dapat Diselamatkan

Saat di Myanmar, ayah dan ibunya dibunuh oleh militer. Ia hanya tinggal bersama satu orang adiknya di Bangladesh.

Saat ditanya apakah ia membawa adiknya, dia mengatakan hanya dirinya sendiri di kapal tersebut.

"Kami dilaut terkatung-katung hampir satu bulan. Ayah dan ibu saya mati dibunuh di Myanmar," kata Fairus.

Saat ditanya siapa yang mengurusi para pengungsi hingga bisa menaiki kapal, dia adalah si pemilik perahu.

Fairus mengatakan, dia (pemilik perahu) tinggal di kamp. Tapi ia tidak tahu rumahnya di mana.

"Kami bertemu dia di kamp. Lalu dia bilang ke kami tentang bagaimana berangkat ke Indonesia lalu ke Malaysia, seperti itu," ujar Fairus.

Baca juga: PNA, SIRA, PDA Tolak Wacana Coblos Partai

Ia mengatakan, untuk bisa menaiki kapal dan berangkat ke Malaysia, mereka harus membayar sejumlah uang.

Dia mengaku tidak ada yang mengakomodasi mereka saat pergi dari Bangladesh.

Saat di atas kapal dirinya juga merasa sangat cemas.

Sebab, banyak dari mereka yang meninggal di perjalanan.

Imigran Rohingya terdampar di pantai desa Kampung Baru, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (8/1/2023).
Imigran Rohingya terdampar di pantai desa Kampung Baru, Kecamatan Masjid Raya, Kabupaten Aceh Besar, Minggu (8/1/2023). (Serambi Indonesia)

Terlebih dengan keterbatasan makanan yang ada.

"Banyak dari kami yang sakit, karena tidak ada air dan makanan.

Kami tidak punya handphone untuk menentukan titik koordinat perjalan. Kami Hanya memiliki kompas," pungkasnya.(*)

Baca juga: Karo Ops Polda Aceh dan Kapolresta Tinjau Kondisi Imigran Rohingya yang Terdampar di Aceh Besar

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved