Citizen Reporter
Menelisik Permasalahan Air di Komunitas Muslim Thailand
Laporan mahasiswa menjalani program Pengabdian Kepada Masyarakat atau disingkat PKM di wilayah Lam Mod Tanoi, Nong Chok, Thailand
OLEH IRVAN ZULFIERI, Mahasiwa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Bangkok, Thailand
Air merupakan komoditas penting bagi kehidupan manusia.
Tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa air sehingga permasalahan yang terjadi terkait dengan air akan menjadi masalah besar bagi setiap komunitas, tidak hanya di wilayah kita, Aceh, tetapi juga di sebuah komunitas muslim Lam Mod Tanoi, di Thailand.
Hal itu sesuai dengan laporan mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry yang menjalani program Pengabdian Kepada Masyarakat atau disingkat PKM di wilayah Lam Mod Tanoi, Nong Chok, Thailand.
Secara singkat, program yang dijalankan oleh pihak UIN Ar-Raniry bekerja sama dengan International Institute of Peace and Development Studies (IIPDS) ini mengirim enam mahasiswa dan satu supervisor ke wilayah Distrik Nong Chok, lebih khususnya ke enam komunitas, yaitu Canal Community, Lam Mod Tanoi Community, Lam Sai Community, Lam Park Shi Community, Sheikhul Islam Community, dan Thammasat Community.
Tujuan dari program ini adalah memperkenalkan komunitas international kepada mahasiswa, termasuk permasalahan yang mereka hadapi serta penyelesaiannya.
Setelah mengunjungi masyarakat di wilayah-wilayah tersebut, mahasiswa menemukan banyak permasalahan yang terjadi, salah satu masalah yang disaksikan langsung oleh mahasiswa adalah permasalahan air bersih di wilayah Lam Mod Tanoi, Nong Chok.
Lam Mod Tanoi adalah salah satu komunitas masyarakat muslim yang terdapat di Distrik Nong Chok, Thailand.
Jika kita biasa mendengar masyarakat muslim di Thailand berasal dari Thailand Selatan yang berbatasan dengan Malaysia, seperti Narathiwat dan Pattani, Lam Mod Tanoi ini justru berada di Thailand bagian tengah.
Menurut laporan mahasiswa UIN Ar-raniry yang melakukan kegiatan KPM di sini, mereka dengan mudah menemukan masjid di wilayah Nong Chok ini.
Nama-nama penduduknya juga sangat islami, seperti Abdul Karim, Fatimah atau Nuruddin, dan mudahnya menemukan wanita berbusana muslimah di sini, seperti layaknya di Aceh.
Menurut laporan sejarah, komunitas muslim di wilayah ini sudah ada sejak masa Raja Chulalongkorn.
Baca juga: Sheikhul Islam, Organisasi yang Mewadahi Muslim Thailand
Baca juga: Muslim Thailand Desak Pemerintah Tetapkan Hari Jumat Sebagai Hari Besar Umat Islam & Libur Nasional
Mereka merupakan pendudukan muslim yang bermigrasi dari wilayah selatan Thailand.
Saat ini, terdapat 75 persen masyarakat muslim dan 25 persen masyarakat beragama Budfha di wilayah tersebut.
Distrik Nong Chok ini berada di Provinsi Pathum Tani, tempat di mana salah satu klub sepak bola papan atas Thailand, BG Phatum FC, berasal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/IRVAN-ZULFIERI-Mahasiwa-Fakultas-Syariah-dan-Hukum-UIN-Ar-Raniry.jpg)