Senin, 8 Juni 2026

Citizen Reporter

Menelisik Permasalahan Air di Komunitas Muslim Thailand

Laporan mahasiswa menjalani program Pengabdian Kepada Masyarakat atau disingkat PKM di wilayah Lam Mod Tanoi, Nong Chok, Thailand

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
IRVAN ZULFIERI, Mahasiwa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Bangkok, Thailand 

Salah satu sumber air yang sering dimanfaatkan oleh warga adalah sungai.

Wilayah Distrik Nong Chok memiliki banyak aliran air yang dimanfaatkan oleh warga untuk irigasi sebagai penunjang mata pencaharian masyarakat mengairi kebun-kebun warga.

Meskipun terdapat sungai di wilayah tersebut, masyarakat juga jarang memanfaatkan sungai tersebut untuk mencuci baju, memasak, atau bahkan mandi.

Masyarakat lebih banyak memanfaatkan sungai sebagai tempat untuk budi daya kangkung dan mencari ikan.

Hal ini disebabkan oleh kotornya kondisi sungai sehingga air di sana tidak layak untuk digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu solusi yang seharusnya dapat dimanfaatkan masyarakat adalah dengan membeli air bersih yang disediakan oleh pemerintah, seperti air bersih yang disediakan oleh Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM di Indonesia.

Baca juga: Lammod Ta Noi, Komunitas Mayoritas Muslim di Thailand

Namun, sebagian besar masyarakat di Lam Mod Tanoi Community adalah golongan masyarakat menengah ke bawah yang sebagian besar bekerja sebagai petani dan peternak.

Sulit bagi mereka jika harus membeli air setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan air harian.

Pemerintah menerapkan sistem pembayaran tarif bulanan untuk air bersih tersebut, jumlahnya mencapai 60 bath atau sekitar Rp27.000 per bulannya.

Meskipun pemerintah menyediakan air bersih tersebut, tetapi pemerintah tidak memberikan subsidi sehingga masyarakat masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih dengan harga yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Dengan kata lain, keadilan juga menjadi penyebab dari permasalahan air bersih di Lam Mod Tanoi karena sistem pemerintahan Thailand monarki, daerah Lam Mod Tanoi merupakan daerah yang kurang dilirik oleh pemerintah.

Berdasarkan laporan KPM mahasiswa UIN Ar-Raniry, fasilitas-fasilitas untuk kebutuhan air bersih di wilayah tersebut berbeda-beda, ada yang memiliki fasilitas yang memadai seperti irigasi waduk, ada yang tidak.

Padahal, sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut bekerja sebagi petani dan peternak yang membutuhkan air.

Hal itu merupakan salah satu penyebab sulitnya menemukan air bersih.

Mahasiswa UIN Ar-Raniry yang melakukan kegiatan KPM di wilayah tersebut memberikan beberapa rekomendasi kepada pihak terkait untuk menyelesaikan masalah air bersih ini.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved