Breaking News:

Jurnalisme Warga

Bireuen Potensial Kembangkan Wisata Spiritual

Masjid Agung Sulthan Jeumpa di pusat Kota Bireuen yang memiliki persyaratan sebagai objek wisata spiritual akan menjadi salah satu daya tarik

Editor: bakri
Dok Pribadi
M.ZUBAIR, S.H., M.H., Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kabupaten Bireuen, melaporkan dari Bireuen 

OLEH M.ZUBAIR, S.H., M.H., Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kabupaten Bireuen, melaporkan dari Bireuen

Bireuen telah dideklarasikan sebagai Kota Santri pada upacara peringatan Hari Santri Nasional Ke-6 tingkat Provinsi Aceh di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen tanggal 22 oktober 2020.

Pendeklarasian ini sangatlah tepat, mengingat di Kabupten Bireuen saat ini terdapat ratusan pesantren/dayah yang masih akatif melaksanakan pendidikan agama Islam.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Bireuen, di kabupaten ini terdapat 157 dayah dan 117 di antaranya sudah terakreditasi.

Hanya 40 dayah lagi yang belum terakreditasi.

Selain itu, terdapat 1.143 balai pengajian yang tersebar di gampong-gampong dalam Kabupaten Bireuen yang aktif melaksanakan pengajaran ilmu agama, terutama baca Al-Qur’an dan kitab-kitab lainnya.

Bertitik tolak dari modal dasar pendeklarasian Bireuen sebagai Kota Santri itu maka tidak berlebihan jika Bireuen berpotensi untuk mengembangkan objek wisata yang berdimensi islami untuk menggugah hati manusia agar lebih ingat kepada Allah Swt dan membayangkan betapa kecil dirinya di dalam jagat raya ciptaan Allah Yang Mahakuasa.

Pemikiran untuk mengembangkan potensi wisata islami yang dibungkus dengan narasi pengembangan pari wisata spiritual agar lebih bermakna universal dan lugas selain didukung oleh banyaknya dayah dan balai pengajian yang intens mengajarkan ilmu agama Islam, juga disokong oleh adanya ratusan masjid yang besar-besar dan mewah, serta meunasah-meunasah yang tersebar di seluruh pelosok desa dalam Kabupaten Bireuen.

Semua potensi ini diharapkan dapat memancarkan cahaya spiritual dalam diri masyarakatnya.

Sebagaimana kita mengenal kota-kota di dunia, seperti Yerussalem, Makkah, Madinah, dan lain-lain, di mana kota-kota spiritual tersebut muncul dengan rumah-rumah ibadah yang mempunyai nilai arsitektur tinggi dan lembaga-lembaga pendidikan agama Islam yang hebat menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Oleh sebab itu, adanya Masjid Agung Sulthan Jeumpa di pusat Kota Bireuen yang memiliki persyaratan sebagai objek wisata spiritual akan menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Sebagai bangunan tempat ibadah yang berlokasi di pusat kota tidak hanya memiliki nilai-nilai pada dirinya, tetapi posturnya yang agung terletak di tengah kota akan lebih memperluas daya spiritual sebagai daerah tujuan wisata (DTW) islami.

Baca juga: Isi Kajian Serambi Spiritual, Rektor Unmuha Aceh: Jangan Melihat Kepekaan Sosial dari Materi Saja

Baca juga: Wisata Religi ke Makam Tgk Cot Malem di Lubuk Gapuy

Pengembangan sektor pari wisata spiritual di Kabupaten Bireuen juga sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan kabupaten penghasil keripik pisang dan sukun ini ke dunia luar sebagaimana yang telah ditetapakan dalam Qanun Kabupaten Bireuen Nomor 7 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bireuen.

Pasal 30 huruf i qanun tersebut menegaskan tentang rencana pengembangan kawasan pari wisata.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved