Breaking News:

Politisi Pindah Partai

Lima Hari Setelah di PAW dari Anggota DPRK Lhokseumawe, Dicky Bergabung ke Partai Gelora

Dicky Saputra langsung dipercayakan menjadi Ketua Bidang Pemenangan Dapil 5 DPW Gelora Aceh.

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Dok Pribadi
Ketua Bangter I DPN Partai Gelora Indonesia M Syahfan Badri Sampurno, didampingi Ketua DPW Gelora Aceh Fuady, memasangkan rompi Partai Gelora kepada Dicky Saputra, Sabtu (14/1/2023). 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Dicky Saputra yang sebelumnya dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di PAW dari anggota DPRK Lhokseumawe pada Senin (9/1/2023). Posisinya digantikan kader PKS lainnya, yakni Nurhayati.

Namun pada  Sabtu (14/1/2023) atau baru lima hari setelah di PAW, Dicky Saputra langsung resmi bergabung ke Partai Gelora.

Bergabungnya politisi muda tersebut ditandai dengan pemakaian rompi yang dilakukan Ketua Bangter I DPN Partai Gelora Indonesia M Syahfan Badri Sampurno  di Lhokseumawe, Sabtu (14/1/2023).

Bahkan dirinya juga langsung dipercayakan menjadi Ketua Bidang Pemenangan Dapil 5 DPW Gelora Aceh.

Dicky Saputra, kepada Serambinews.com, Minggu (15/1/2023) menjelaskan, saat informasi tersebar dirinya akan di PAW dati anggota DPRK Lhokseumawe, sempat ada beberapa partai yang mengajak untuk bergabung untuk dijadikan bakal calon legislatif pada Pemilu 2024 mendatang.

"Tetapi saya menolak dengan bijak karena sudah menentukan partai untuk kembali berkiprah di dunia politik Kota Lhokseumawe, yakni Partai Gelora," ujarnya.

Dijelaskan Dicky, setiap langkah yang diambil tentu saja melewati pertimbangan yang matang. 

Baik itu berdasarkan pada analisis pribadi maupun dengan menampung masukan atau pandangan dari banyak pihak yang dianggap memiliki kapasitas. "Begitu pula dalam hal saya memilih untuk bergabung ke Partai Gelora," tegasnya.

Hal paling penting dalam keputusan ini, kata Dicky,  karena dirinya melihat Partai Gelora memiliki begitu banyak ide dan gagasan yang sangat luar biasa dalam membangun Indonesia ke depan. Ide-ide yang digagas ini selaras dengan pandangan dirinya. 

"Indonesia ke depan harus tumbuh sebagai sebuah bangsa yang memiliki kekuatan besar, menghargai pluralisme dan andal dalam mengambil peluang di tingkat global," paparnya.

Gelora juga senantiasa menggelorakan semangat kepemimpinan pada tangan-tangan muda, anak-anak bangsa yang memiliki kemampuan leadership yang unggul. Bukan mengandalkan kekuatan yang mereka miliki, tapi mampu menunjukkan sikap tanggung jawab yang besar.

"Poin terakhir yang membuat saya mantap untuk beralih ke Partai Gelora adalah arena partai ini digagas oleh kaum muda yang sudah teruji berintegritas dan bertanggung jawab seperti Anis Matta dan Fahri Hamzah. Dua tokoh politik ini dikenal bersih dan mampu memberi warna dalam peta politik nasional. Begitu pun di tingkat daerah, seperti halnya di Aceh, mereka adalah para politisi muda memiliki rekam jejak tanpa cela. Salah satunya adalah H Fuady yang merupakan mantan anggota DPRA," demikian Dicky.(*)

Baca juga: Partai Gelora Aceh Gelar Rakorwil Jelang Pemilu 2024, Ini Target yang Ingin Dicapai

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved