Kisah Inspiratif
Kisah Vivi, UMKM Jual Keripik Tempe Modal Nekat Tembus Pasar Korea Selatan dan Go Internasional
Kisah inspiratif datang dari Vivi, UMKM penjual keripik tempe bermodalkan nekat yang berhasil tembus pasar Korea Selatan dan go internasional.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Taufik Hidayat
Dalam kesempatan tersebut, Vivi juga menyampaikan rasa syukur karena usahanya saat ini mulai berangsur normal setelah kebijakan PPKM dicabut oleh pemerintah.
Selain itu, Vivi juga bersyukur dengan sejumlah kebijakan lain yang ditetapkan pemerintah yang berpihak kepada UMKM.
"Saya sendiri terus terang mendapatkan dampaknya yang sangat besar. Saya berdiri di sini sampai bertahan saat ini, itu berkat ya kebijakan-kebijakan, dipermudah semua," tutur Vivi.
"Dari pinjaman-pinjaman yang juga KUR ya pak, dengan bunga yang kecil, ya alhamdulillah itu sangat membantu buat kami," tambahnya.
Baca juga: Kisah Rahmah, Ketua Koperasi Ketiara, dari Kopi Gayo Gelondong sampai Ekspor ke Luar Negeri
Kisah Usaha Keripik Tempenya Dimulai
Sementara dilansir dari laman UKMINDONESIA.ID, perjalanan usaha Vivi Herviany dan suaminya yakni Handry Wahyudi dimulai pada tahun 2008.
Keduanya merupakan korban PHK karena perusahaan tempatnya mencari nafkah waktu itu gulung tikar.
Pasangan suami istri (pasutri) ini kemudian pulang ke Kampung Nagrak, Sukabumi dan menjajal usaha baru dengan membuka konter handphone dan pulsa.
Baca juga: Kisah Kreatif Ridho, Anak Muda Aceh yang Merintis Usaha Jual Kopi Keliling Bermodalkan Mobil Tua
Dikira usaha tersebut bakal besar mengingat tren penggunaan handphone meningkat di Jakarta.
Prediksi salah, malah mereka bangkrut dan gulung tikar di tahun 2009.
Kemudian keduanya sempat bekerja menjadi karyawan. Vivi menjadi sales di sebuah perusahaan sigaret lokal.
Sementara suaminya, Hendry bekerja sebagai kepala bagian di kantor yang sama.
Pada 2014, Vivi berniat untuk kembali menjajal dunia usaha dan berhenti bekerja sebagai karyawan di perusahaan tersebut.
Dengan modal yang tidak seberapa, ia memulai usahanya dengan menjual keripik tempe ke warung-warung di sekitaran kampung dalam kemasan kecil seharga Rp 1.000.
Usahanya mendapat tempat di pasaran hingga merambah ke kampung-kampung lain.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.