Breaking News

Salam

Anwar Beri Harapan Baik Bagi Nasib TKI

Nasib TKI akan lebih baik di masa mendatang setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berjanji bisa menyelesaikannya dalam rentang

Editor: bakri
Dokumentasi Sekretariat Kabinet
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut kedatangan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Bogor, Jawa Barat 

PERSOALAN dan nasib tenaga kerja Indonesi (TKI) di negeri jiran kelihatan akan lebih baik di masa mendatang setelah Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berjanji bisa menyelesaikannya dalam rentang dua hingga tiga bulan ke depan.

PM baru malaysia ini mengaku sangat memahami masalah TKI di Malaysia merupakan persoalan sensitif yang selama ini sering melukai hati warga Indonesia.

Untuk itu, dia mengusung digitalisasi sebagai salah satu upaya yang dinilai efektif menyelesaikan perkara tersebut.

"Kita akan perbaiki proses ini dan Insya Allah dengan digitalisasi dan peraturan hukum (untuk) menghentikan segala bentuk penyiksaan dan menindak keras pelaku pelanggaran hukum," ujar Anwar.

Malaysia memang akan menerapkan digitalisasi untuk mengurangi agen penyalur TKI di Malaysia yang kerap mengenakan biaya tinggi pada calon TKI.

Makanya Malaysia juga membuat aturan tegas dan sanksi keras bagi para pelaku kekerasan terhadap TKI di Negeri Jiran.

Malaysia sendiri sejak beberapa tahun terakhir memang sangat bermasalah soal imigran gelap yang datang dari berbagai negara, seperti Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh, lalu ada juga pendatang haram dari Indonesia, termasuk Aceh.

Beberapa masalah yang sering dihadapi tenaga kerja Indonesia di Malaysia antara lain terjadinya pelecehan seksual, penyiksaan oleh majikan, tidak mendapatkan gaji yang sesuai perjanjian, dan tidak mendapatkan kehidupan yang layak bahkan ada yang sampai meninggal.

Sepanjang 2021 saja, menurut sebuah catatan, telah ada 1.702 pengaduan terkait penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang masuk ke crisis center Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BN2PTKI).

Sebanyak 403 atau sekitar 23,7 persen berasal dari PMI di Malaysia.

Baca juga: Jokowi Sopiri Anwar Ibrahim Diajak Keliling Kebun Raya Bogor, Teken MoU Perlindungan TKI

Baca juga: Anwar Ibrahim Batalkan Perayaan Tahun Baru, Lolos Mosi Tidak Percaya

Laporannya terkait dengan persoalan upah tak dibayar, pemalsuan dokumen, perdagangan orang, ingin dipulangkan, pelecehan seksual, hingga tindak kekerasan dari majikan.

Tahun-tahun sebelumnya juga sama.

Data Serikat Buruh Migran Indonesia pada 2014-2015 menyebut 321 kasus TKI bermasalah.

Terbanyak TKI yang bekerja di Malaysia.

Periode berikutnya, 2016-2017 juga tak berbeda, terdapat 1.501 kasus TKI, mayoritas lagi-lagi yang bekerja di Malaysia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved