Luar Negeri
Barat Pasok Alutsista ke Ukraina, Rusia Peringatkan Kemungkinan Terjadinya ‘Malapetaka Global’
Majelis Rendah parlemen Rusia memperingatkan negara-negara yang memasok Ukraina dengan alutsista kuat telah mempertaruhkan kehancuran mereka sendiri.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
Barat Pasok Alutsista ke Ukraina, Rusia Peringatkan Kemungkinan Terjadinya ‘Malapetaka Global’
SERAMBINEWS.COM – Juru bicara Majelis Rendah parlemen Rusia memperingatkan negara-negara yang memasok Ukraina dengan alutsista kuat telah mempertaruhkan kehancuran mereka sendiri.
Pernyataan itu dilontarkan menanggapi sebuah perjanjian baru antara Kiyv dengan negara-negara Barat terkai Alat Utama Sistem Senjata (alutsista).
Di mana Ukraina meminta kendaraan lapis baja, sistem pertahanan udara dan peralatan tempur lainnya.
Sekutu Ukraina menjanjikan miliaran dolar dalam bantuan militer ke Ukraina pada Jumat (20/1/2023), meskipun komitmen baru itu dibayangi oleh kegagalan para pemimpin pertahanan untuk menyetujui permintaan mendesak Ukraina untuk tank tempur Leopard 2 buatan Jerman.
Ketua Duma Negara Bagian, Vyacheslav Volodin mengatakan bahwa pemerintah yang memberikan senjata yang lebih kuat ke Ukraina dapat menyebabkan malapetaka global yang akan menghancurkan negara mereka.
Baca juga: Jelang Setahun Invasi, Jenderal Norwegia: 180.000 Tentara Rusia dan 100.000 Tentara Ukraina Tewas
“Pasokan senjata ofensif ke rezim Kyiv akan menyebabkan bencana global,” katanya, dikutip dari PBS.org
“Jika Washington dan NATO memasok senjata yang akan digunakan untuk menyerang kota-kota yang damai
dan melakukan upaya untuk merebut wilayah kami seperti yang mereka ancam, itu akan memicu pembalasan dengan senjata yang lebih kuat,” sambungnya.
Jerman adalah salah satu pemasok utama senjata ke Ukraina, dan memerintahkan peninjauan stok tank Leopard 2 sebagai persiapan untuk kemungkinan dipasok ke Ukraina.
Meskipun demikian, Berlin telah menunjukkan kehati-hatian di setiap langkah untuk meningkatkan komitmennya terhadap Ukraina, sebuah keragu-raguan yang terlihat berakar pada sejarah dan budaya politiknya.
Keragu-raguan Jerman telah menuai kritik keras, terutama dari Polandia dan negara-negara Baltik, serta mereka yang merasa sangat terancam oleh ambisi kekuasaan baru Rusia.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Belum Berakhir, Jerman Tak Halangi Tank Leopard Polandia Dikirim ke Ukraina
Perdana Menteri Polandia, Mateusz Morawiecki mengatakan bahwa jika Jerman tidak menyetujui pengiriman tank Leopard ke Ukraina, negaranya siap untuk membangun "koalisi yang lebih kecil" dari negara-negara yang tetap akan mengirim tank mereka.
"Hampir setahun telah berlalu sejak pecahnya perang," kata Morawiecki.
“Bukti kejahatan perang tentara Rusia dapat dilihat di televisi dan YouTube. Apa lagi yang dibutuhkan Jerman untuk membuka matanya dan mulai bertindak sejalan dengan potensi negara Jerman?”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Presiden-Ukraina-Volodymyr-Zelensky-mengunggah-video.jpg)