Senin, 20 April 2026

Opini

Diplomasi Kuliner Aceh, Sebuah Keniscayaan

Maraknya pembukaan warung, kedai, kafe atau resto berlabel Aceh di Kota Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia, menjadi suatu sinyal bahwa kuli

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/facebook j kamal farza
J Kamal Farza, advokat dan pegiat Sahabat Kuliner Aceh, Jakarta 

Data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menempatkan Sawahlunto di peringkat pertama persentase penduduk miskin paling sedikit tahun 2021, yakni hanya 2,38 persen.

Angka ini jauh dari rata-rata angka kemiskinan nasional yang mencapai 10,14 persen.

Ketika pemerintah lain sibuk memikirkan bisnis karena itu akan menyuplai kesejahteraan banyak orang, Pemerintah Aceh lebih tertarik memfasilitasi orang mati, bahkan sampai biaya pemulangan jenazah pun ditanggulangi.

Diplomasi kuliner

Festival Kuliner Aceh yang diadakan 15 Januari lalu di Bogor Jawa Barat memberikan sinyal bahwa diplomasi kuliner Aceh terus berjalan maju, dengan nada atau tanpa dukungan Pemerintah Aceh.

Terlepas dari beberapa kelemahan panitia penyelenggara, tetapi dari sisi promosi dan diplomasi kuliner Aceh, saya bisa memberikan nilai 9 untuk acara yang dipimpin Jenderal Herianto Sahputra itu.

Sahabat Kuliner Aceh akan menggelar Diplomasi Kuliner Aceh ke-3 di Bali medio tahun ini, dan akan menyambut Ramadhan 2023 dengan kegiatan Sanger Day di Pusat Jantung Ibukota.

Kita, para pegiat, praktisi atau promotor kuliner Aceh, akan menunggu, apakah Pemerintah Aceh hanya kembali akan menjadi penonton? Atau akan turut serta di dalamnya. Kita tunggu saja.

Istri Reino Barack, Syahrini Sempat Posting Foto USG dan Ceramah Soal Anak, Ada Apa?

Thariq Halilintar Baru Saja Berusia 24 Tahun: Cepet Nikah Biar Ada yang Ngurusin

Pemkab Pidie Terbitkan SE Pelaksanaan Sub PIN Tahap II, Antisipasi Polio

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved