Ada Kasus Baru Gagal Ginjal Akut pada Anak, BPOM Tarik Obat Sirop Praxion dari Peredaran

BPOM menarik obat sirop Praxion dari peredaran setelah muncul kasus baru terkait gagal ginjal akut pada anak (GGAPA).

Editor: Faisal Zamzami
https://praxionindonesia.com/product
Apa Itu Praxion? Obat Sirup yang Sempat Dikonsumsi Pasien Gagal Ginjal Akut 

SERAMBINEWS.COM - Badan Pengawas Obat dan Pangan (BPOM) menarik obat sirop Praxion dari peredaran setelah muncul kasus baru terkait gagal ginjal akut pada anak (GGAPA).

Sebelumnya, industri farmasi pemegang izin edar obat itu telah melakukan penarikan obat sebaga sukarela.

Satu kasus konfirmasi GGAPA merupakan anak berusia 1 tahun, yang mengalami demam pada Rabu (25/1/2023).

Bayi itu diberikan obat sirop penurun demam yang dibeli di apotek dengan merk Praxion.

Pada Sabtu (28/1/2023), pasien mengalami batuk, demam, pilek, dan tidak bisa buang air kecil (Anuria) kemudian dibawa ke Puskesmas Pasar Rebo, Jakarta, untuk mendapatkan pemeriksaan, dan pada Selasa (31/1/2023) mendapatkan rujukan ke Rumah Sakit Adhyaksa.

Dikarenakan ada gejala GGAPA, maka direncanakan untuk dirujuk ke RSCM, namun keluarga menolak dan pulang paksa.

Pada Rabu (1/2/2023), orang tua membawa pasien ke RS Polri dan mendapatkan perawatan di ruang IGD, dan pasien sudah mulai buang air kecil, dikutip dari Kemenkes.

Pada hari yang sama, pasien kemudian dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan perawatan intensif sekaligus terapi fomepizole.

Namun, 3 jam setelah di RSCM pada pukul 23.00 WIB, pasien dinyatakan meninggal dunia, kata Juru Bicara Kemenkes, dr. Syahril.

Baca juga: Buntut Munculnya Kasus Gagal Ginjal Akut Baru, Warga Dilarang Beli Obat Tanpa Resep Dokter


 
Kasus Lainnya

Sementara satu kasus lainnya masih merupakan suspek, yaitu anak berusia 7 tahun.

Ia mengalami demam pada Kamis (26/1/2023), kemudian mengkonsumsi obat penurun panas sirop yang dibeli secara mandiri.

Pada Senin (30/1/2023), ia mendapatkan pengobatan penurun demam tablet dari Puskesmas.

Pada Selasa (1/2/2023), pasien berobat ke klinik dan diberikan obat racikan.

Di hari yang sama, ia dirawat di RSUD Kembangan, kemudian dirujuk.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved