Jurnalisme Warga
Potensi Wisata Maritim Rumah Terapung Kuala Bubon
Desa yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia ini memiliki garis pantai yang sangat panjang dan indah. Potensi lautnya luar biasa.
ZIKRA NOPRITA, Mahasiswi Program Pascasarjana Teknik dan Manajemen Industri Institut Teknologi Bandung, melaporkan dari Desa Kuala Bubon, Aceh Barat
NEGARA maritim merupakan negara yang daerah teritorial lautnya lebih luas daripada daerah daratan. Selain itu, negara maritim biasanya memiliki banyak pulau.
Tak hanya itu, negara maritim juga biasanya memiliki garis pantai yang panjang serta wilayah perairan yang lebih luas daripada daratan. Indonesia merupakan negara yang masuk dalam kategori negara maritim.
Kuala Bubon yang merupakan sebuah desa di di Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, juga merupakan satu kawasan maritim di Aceh. Penduduk Kuala Bubon sampai dengan tahun 2016 terdiri atas 134 laki-laki dan 149 perempuan dengan sex ratio 90. Pertumbuhan penduduknya sebesar 2 persen dari tahun 2015.
Desa yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia ini memiliki garis pantai yang sangat panjang dan indah. Potensi lautnya luar biasa.
Saat tsunami melanda Aceh tahun 2004, perumahan nelayan di Kuala Bubon luluh lantak. Daerah ini bagaikan bibir pantai yang lenyap tanpa penghuni. Dengan adanya rekonstruksi kembali yang dilakukan Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi (BRR) NAD-Nias, desa tersebut telah menjadi Kompleks Nelayan Perumahan Terapung Kuala Bubon, Sama Tiga, Aceh Barat.
Di sini berdiri 300 unit rumah tersusun berjejer bagaikan perumahan elite yang dipisahkan oleh lorong air yang dapat digunakan sebagai jalan bagi perahu para penghuni rumah. Para nelayan saat pulang dari melaut, dapat langsung pulang ke rumah dan memarkirkan speedboat atau perahunya di lorong depan rumah.
Hasil tangkapan yang diperoleh setelah diturunkan di tempat pendaratan ikan (TPI), sebagiannya ditinggalkan dalam perahu atau speedboat untuk dibawa pulang ke rumah dalam keadaan segar.
Pemandangan yang terlihat di Kuala Bubon mengingatkan saya pada perumahan elite di Ancol, Jakarta yang di kompleks perumahan tersebut terparkir kapal-kapal kecil dan mewah di setiap depan rumah sebagai kendaraan air pribadi.
Kompleks perumahan di Ancol umumnya dihuni para pejabat atau para pengusaha sukses yang umumnya bukan para nelayan. Profesi penghuni inilah yang membedakan Ancol dengan penghuni di kompleks Kuala Bubon.
Rumah yang tersusun rapi di atas air di kompleks perumahan Kuala Bubon, merupakan pemandangan yang indah bila dipandang dari jalan nasional Banda Aceh-Meulaboh. Keindahan yang luar biasa tersebut menjadi salah satu daya tarik wisata maritim di daerah ini.
Hasil laut yang begitu melimpah juga dapat digunakan sebagai tambahan daya tarik bagi setiap orang yang berkunjung ke kawasan maritim ini.
Berbagai jenis ikan, cumi, dan udang yang dikeringkan menjadi produk unggulan dari daerah pantai barat Aceh ini.
Produk yang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, seharusnya dipasarkan secara terpusat di seputaran Kompleks Rumah Terapung Kuala Bubon. Dengan kebijakan cerdas tersebut, tentu akan dapat menguatkan program wisata maritim Rumah Terapung Kuala Bubon.
Kehadiran Kampus Universitas Teuku Umar (UTU) yang mengusung visi “Menjadi sumber inspirasi dan referensi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan bisnis di sektor industri berbasis agro dan marine (Agro and marine industry)” menjadi dukungan strategis bagi program wisata maritim Rumah Terapung Kuala Bubon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Zikra-Noprita-PENULIS-JW-IIII.jpg)