Rabu, 15 April 2026

Jurnalisme Warga

Potensi Wisata Maritim Rumah Terapung Kuala Bubon

Desa yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia ini memiliki garis pantai yang sangat panjang dan indah. Potensi lautnya luar biasa.

Editor: mufti
IST
Zikra Noprita 

Kesamaan visi yang demikian menjadikan program wisata maritim memiliki dukungan literasi dan basis akademik yang mumpuni.

Penyelenggaraan program pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, informasi dan seni budaya yang relevan dengan kebutuhan pembangunan baik regional, nasional, dan internasional yang dilakukan UTU merupakan salah satu langkah konkret untuk peningkatan literasi keilmuan dan teknologi dalam mendukung peningkatan sarana dalam menyukseskan wisata maritim di kawasan ini.

Riset  yang  inovatif  dan  berdaya  saing  tinggi untuk  menunjang pembangunan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi misi dari UTU tentu akan melahirkan berbagai hal yang baru di lingkungan marina agar dapat meningkatkan produktivitas serta efisiensi demi terciptanya kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya riset, penggalian potensi ‘marine industry’ dapat dilakukan lebih dalam untuk memperoleh hasil yang lebih optimal.

Kehadiran rumah terapung yang tertata dengan rapi ini menjadikan para nelayan dapat hidup dengan lingkungan yang bersih dan berkolerasi positif terhadap kesejahteraannya. Dari lingkungan yang baik tersebut, tentu akan melahirkan para penerus bangsa yang lebih baik ke depan.

Hal positif lainnya adalah masyarakat di kompleks yang bersih tersebut, tingkat kesehatan masyarakatnya jauh lebih baik dibandingkan perumahan yang dibangun sendiri yang kurang teratur serta tingkat higienisitasnya rendah.

Berdasarkan pengamatan penulis, tingkat kekeluargaan dan kebersamaan nelayan rumah terapung cukup tinggi. Dampak lain dari kebersamaan yang tinggi tersebut menjadikan komunitas nelayan di Kuala Bubon lebih produktif dibandingkan nelayan  lain yang tinggal secara mandiri.

Kegiatan sosial kemasyarakatan di Kuala Bubon seperti pengajian bagi anak-anak, ibu-ibu, serta masyarakat terlihat begitu semarak. Hal tersebut menjadikan tingkat literasi masyarakatnya semakin baik.

Keinginan untuk berinfak dan bersedekah yang sudah membudaya sejak Kesultanan Iskandar Muda di Aceh, mulai terlihat geliatnya di Kuala Bubon. Di mana keinginan untuk berbagi terhadap sesama yang sudah membudaya tersebut sehingga tingkat ketimpangan ekonomi di lingkungan tersebut juga semakin merata, terbukti jumlah masyarakat miskin semakin kecil jumlahnya.

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan Kuala Bubon semakin tumbuh dan berkembang, sehingga perputaran ekonomi juga semakin baik setelah melewati masa pandemi Covid-19.

Cuma, pelaku UMKM yang menyediakan sovenir di kawasan ini masih sangat sedikit. Pemerintah dan lembaga keuangan perlu memberikan dukungan terhadap peningkatan derajat UMKM agar perputaran ekonomi dapat terus berjalan.

Makanan atau produk khas yang terdapat di Kuala Bubon atau Aceh Barat sangat penting untuk dipasarkan di lokasi wisata maritim ini sehingga wisatawan dapat membawa pulang oleh-oleh yang berasal dari Aceh Barat. Penyiapan sentra-sentra penjualan produk UMKM tentu akan dapat mempercepat kebangkitkan perekonomian daerah.

Ibu-ibu nelayan yang tinggal di Kompleks Rumah Terapung Kuala Bubon juga dapat diberdayakan untuk memperoleh pendapatan tambahan dengan cara menghasilkan produk UMKM yang akan dipasarkan pada corner wisata maritim.

Program Wisata Maritim Rumah Terapung merupakan salah satu cara membangun perekonomian di Kuala Bubon secara komperehensif. Sudah saatnya pemerintah daerah membuat ‘road map’ wisata maritim kawasan rumah terapung ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Semoga dengan adanya peta jalan wisata maritim, pemerintah dapat membuat prioritas tahapan pembangunan infrastruktur serta menyiapkan perangkat lunak yang mendukung program mulia tersebut.

Membangun kawasan wisata sama halnya membangun perekonomia jangka panjang atau membangun ekonomi masa depan. Menjual wisata atau jasa merupakan produk yang tidak pernah habis-habisnya. Pantai yang indah dan  masih alami merupakan modal utama dalam membangun wisata maritim. Aceh yang telah menerapkan syariat Islam, maka pelaksanaan wisata sehat dan halal merupakan program yang disenangi oleh lebih banyak wisatawan.

Rumah Terapung Kuala Bubon sudah saatnya dijadikan role model pembangunan wisata maritim masa depan di Aceh atau di mana pun.   

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved