Kisah Ibu Mertua Gugat Menantu Rp 217 Juta, Kompensasi Jaga Cucu Selama Ini, Berikut Alasannya

Kisah ibu mertua gugat menantu hingga Rp 217 juta, kompensasi jaga dan rawat cucu selama ini. Berikut ulasannya.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Amirullah
Pixabay/Aline Dassel
Ilustrasi - Kisah ibu mertua gugat menantu hingga Rp 217 juta, kompensasi jaga dan rawat cucu selama ini. Berikut ulasannya. 

SERAMBINEWS.COM - Kisah ibu mertua gugat menantu hingga Rp 217 juta, kompensasi jaga dan rawat cucu selama ini. Berikut ulasannya.

Kisah unik baru-baru ini terjadi di Kota Tai'an, Provinsi Shandong, China.

Dilansir dari Eva.vn, Sabtu (1/4/2023) Nyonya Dieu yang merupakan seorang wanita Tionghoa menceraikan suaminya, Tuan Su.

Kemudian wanita tersebut juga memenangkan hak asuh atas anak-anak mereka dari pernikahannya selama ini.

 

 

Meski demikian, di luar dugaan sang ibu mertua dari wanita tersebut menggugat ganti rugi.

Ibu kandung dari Tuan Su itu mengatakan bahwa dia telah merawat dan membesarkan cucunya selama delapan tahun, jadi dia berhak menuntut uang sebagai kompensasi.

Tak tanggung-tanggung, ibu mertua ini menggugat mantan menantunya ke pengadilan dengan tuntutan uang kompensasi sebesar 100.000 yuan atau setara Rp 217 juta.

Baca juga: Dibully Rekan Kerja Tak Mirip dengan Putranya, Sang Ayah Diam-diam Tes DNA, Hasilnya Bikin Sedih

Apa Alasannya?

Awalnya Tuan Su dan Nyonya Dieu menikah pada 2013 silam, tidak lama kemudian sang istri melahirkan seorang putri cantik.

Namun karena kondisi yang sulit, Tuan Su harus bekerja ke luar kota yang jauh sepanjang tahun.

Sementara Nyonya Dieu, meski bekerja di dekat rumahnya namun tidak bisa bekerja sendiri sambil mengurusi anak-anaknya.

Oleh karena itu, Nyonya Dieu harus meminta bantuan ibu mertuanya saat ia dan suami sedang bekerja.

Baca juga: Giliran Arteria Dahlan ‘Dirujak’ Netizen, Tiga Tahun Tak Lapor Harta Kekayaan di LHKPN, Ada Apa?

Pada siang hari ketika Nyonya Dieu bekerja, ibu mertua yang menjaga, merawat dan mendidik cucunya.

Baru setelah pulang bekerja, Nyonya Dieu punya waktu untuk anak-anaknya.

Sebagian besar waktu Tuan Su dan Nyonya Dieu mengandalkan bantuan ibu mertua agar mereka bisa bekerja dengan nyaman.

Hal tersebut pada umumnya dinilai lumrah dalam setiap keluarga.

Hingga pada 2021, Tuan Su dan Nyonya Dieu mengalami banyak konflik dalam rumah tangga mereka yang sulit untuk didamaikan.

Perasaan cinta keduanya berangsur-angsur habis, hanya ada kemarahan dan saling tak mau mengalah.

Baca juga: Kisah Nikahi Mantan Istri usai 3 Tahun Cerai, Permintaan Sang Wanita Bikin Tertawa

Pada akhirnya pasangan ini mengambil keputusan untuk bercerai.

Keduanya bubar secara baik-baik, Nyonya Dieu memenangkan hak asuh atas anak-anak mereka dari pernikahannya selama ini.

Prahara pun tiba, sang ibu mertua menggugat Nyonya Dieu ke pengadilan.

Nyonya Dieu digugat ke pengadilan oleh ibu mertua untuk meminta kompensasi atas kerja keras selama delapan tahun merawat cucunya yang memakan banyak uang, tenaga dan waktu.

Ibu mertua dalam gugatannya menyampaikan kalau tanggung jawab untuk merawat cucunya ada pada Nyonya Dieu, bukan dirinya.

Apalagi ibu kandung dari Tuan Su ini sudah berusia 60 tahun, kesehatannya sudah lemah dan tidak lagi memiliki kemampuan bekerja seperti orang-orang pada umumnya.

Dengan demikian, ia ingin mendapatkan kompensasi Rp 217 juta untuk menebus kerja kerasnya selama delapan tahun terakhir ini.

Baca juga: Lagi, Anggota TNI Gugur Diserang KKB di Nduga, Pratu Hamdan Luka Tembak di Kepala

Putusan Hakim

Setelah mempertimbangkan kasus tersebut, hakim menyampaikan bahwa meskipun pernikahan Tuan Su dan Nyonya Dieu telah berakhir, hubungan antara ibu dan anak, ayah dan anak, serta nenek dan cucu masih ada.

Kemudian dalam proses hidup bersama, Nyonya Dieu diketahui tidak pernah memperlakukan ibu mertuanya dengan buruk.

Selain itu, Tuan Su juga masih bertanggung jawab untuk menafkahi anak tersebut.

Dengan demikian, putusan akhirnya hakim menolak gugatan ibu mertua tersebut dan Nyonya Dieu tidak perlu membayar ganti rugi apa pun.

Setelah kisah tersebut viral di media sosial, banyak warganet di China yang tertarik mengomentari hal itu.

Sebagian besar mengecam tindakan sang ibu mertua karena menggugat mantan menantunya hingga ke pengadilan.

Baca juga: Lawan Moeldoko, Demokrat Aceh Minta Perlindungan Hukum dan Keadilan ke MA RI

"Kalau dia mau menuntut, kenapa tidak menuntut anaknya. Dia juga ayah dari anak-anak itu," komen warganet di jejaring sosial China.

"Apakah setelah kejadian ini, gadis itu bukan lagi cucunya," tanya warganet lain.

"Meskipun kakek nenek tidak bertanggung jawab membesarkan cucunya, itu adalah bentuk cinta dalam sebuah keluarga," timpal warganet lainnya.

Berita Lainnya: Dibully Tak Mirip Putranya, Sang Ayah Diam-diam Tes DNA

Dibully rekan kerja karena tak mirip dengan putranya, sang ayah diam-diam tes DNA dan hasilnya bikin sedih.

Peristiwa tersebut dialami oleh pasangan Tuan Trieu dan Nyonya Liu di Provinsi Hunan, China.

Berdasarkan laporan Sohu News sebagaimana dilansir Eva.vn pada Kamis (30/3/2023), pasangan ini telah menikah selama empat tahun lamanya.

Mereka dikarunia seorang putra yang gagah dan tampan, namun ternyata menjadi petaka setelah mengetahui kebenarannya.

Awal pertemuan keduanya, Tuan Trieu bertemu Nyonya Liu di Hunan sekadar kunjungan semata.

Namun setelah saling mengetahui kepribadian, keduanya merasa cukup puas satu sama lain dan ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.

Sehingga tiga bulan usai pertemuannya keduanya, pasangan ini melangsungkan pernikahan secara sah di mata hukum.

Tak lama setelah menikah, Nyonya Liu hamil. Hal ini membuat Tuan Trieu dan keluarganya sangat bahagia.

Setelah sembilan bulan mengandung, Nyonya Liu melahirkan seorang anak laki-laki yang tampan.

Sempat mendengar beberapa gosip miring tentang istrinya, namun Tuan Trieu tidak ambil pusing memikirkan hal itu.

Namun ketika beranjak dewasa, Tuan Trieu menyadari ada sesuatu yang aneh terhadap putranya.

Teman dan koleganya sering membully Tuan Trieu dengan mengatakan mengapa sang putra tak mirip sama sekali dengannya.

Seiring berjalannya waktu, sang ayah mulai memperhatikan dengan detail kesamaan yang ada pada anaknya.

Tuan Trieu masih percaya pada istrinya dan tidak ingin meragukan kesetiaan pendamping hidupnya itu.

Sampai akhirnya karena sudah tidak tahan lagi, Tuan Trieu memutuskan untuk diam-diam membawa putranya tes DNA tanpa memberi tahu Nyonya Liu.

Sambil menunggu hasil tes DNA keluar, Tuan Trieu merasa sangat khawatir, gugup dan takut.

Meski mulai meragukan sang istri, Tuan Trieu tetap berharap kalau dugaannya salah. Sebab jika tidak, maka keluarganya akan hancur.

Tanpa diduga hasil tes DNA yang keluar menunjukkan bahwa Tuan Trieu dan putra yang dibesarkan selama ini bukanlah anak kandungnya.

Tuan Trieu sangat marah dan menanyakan perihal itu kepada sang istri sambil membawa lembar hasil tes DNA.

Ditanya demikian, Nyonya Liu sangat terpojok dan tetap berusaha menyangkal fakta tersebut.

Menurutnya, hasil tes DNA tersebut salah dan dia membela diri dengan mengatakan tidak melakukan hal yang aneh-aneh selama ini.

Awalnya, Nyonya Liu sempat berusaha keras meyakinkan sang suami dan menolak untuk mengatakan yang sebenarnya.

Flashback

Suatu waktu, setelah menikah dengan Tuan Trieu, Nyonya Liu diundang makan malam oleh mantan pacarnya.

Wanita tersebut mengira itu hanya pertemuan biasa, dia pun mengiyakan.

Namun tanpa diduga, mantan pacarnya ternyata mengundang seluruh teman-temannya untuk ikut.

Mereka makan malam bersama, lalu pergi ke bar karaoke untuk bernyanyi dan menikmati malam.

Karena minum alkohol dan mabuk, Liu tidak bisa mengendalikan diri dan akhirnya berhubungan badan dengan mantan pacarnya malam itu.

Tidak lama kemudian Nyonya Liu mengetahui dirinya hamil.

Tetapi ia selalu percaya bahwa anak yang dikandungnya merupakan darah daging dari Tuan Trieu, sehingga ia tidak mengatakan apa-apa kepada sang suami.

Hanya saja, ketika Tuan Trieu memberikan lembaran hasil tes DNA, Nyonya Liu menjadi pucat dan kaget.

Tak Ada Maaf dari Sang Suami

Nyonya Liu menyesali perbuatannya, namun kini sudah terlambat.

Tuan Trieu bersikeras untuk bercerai karena tak terima mendapat pengkhianatan dari sang istri selama ini.

Saat itu Nyonya Liu berusaha mempertahankan rumah tangga mereka dan memohon kepada sang suami agar diberi kesempatan sekali lagi.

"Bisakah Anda memberi saya satu kesempatan lagi? Maafkan saya sekali saja," ucap Nyonya Liu memohon.

Namun Tuan Trieu telah kehilangan kepercayaan kepada istrinya, sehingga tidak bisa terus-terusan menghadapi kondisi ini.

Ia tidak terima anak yang dibesarkannya bertahun-tahun ternyata bukan anak kandungnya, sehingga dia bertekad memutuskan untuk bercerai.

(Serambinews.com/Sara Masroni) 

BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved