Luar Negeri

Biadab! Polisi Israel Serang Jemaah di Kompleks Masjid Al-Aqsa Sebelum Subuh

Kepolisian Israel menyerang puluhan jemaah di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem yang sedang beribadah pada Rabu (5/4/2023) sebelum subuh.

Editor: Faisal Zamzami
AFP
Seorang wanita Palestina memberi isyarat saat polisi Israel menemani sekelompok pengunjung Yahudi melewati masjid Kubah Batu di kompleks masjid al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem pada 5 Mei 2022. Bentrokan meletus antara warga Israel dan Palestina di Al-Aqsha Yerusalem kompleks masjid, setelah 10 hari meredakan ketegangan di tempat suci, kata polisi Israel. 

SERAMBINEWS.COM, ERUSALEM – Kepolisian Israel menyerang puluhan jemaah di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem yang sedang beribadah pada Rabu (5/4/2023) sebelum subuh.

Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa beberapa jemaah mengalami cedera.

Namun badan tersebut tidak merinci jumlahnya.

Bulan Sabit Merah Palestina menambahkan, kepolisian Israel mencoba menghalang-halangi petugas medis masuk masjid, sebagaimana dilansir Reuters.

 “Saya sedang duduk di kursi membaca (Al-Qur'an),” kata seorang wanita tua kepada Reuters yang duduk di luar Masjid Al-Aqsa.

“Mereka melemparkan granat kejut, salah satunya mengenai dada saya,” imbuhnya sambil mulai menangis.

Secara terpisah, kepolisian Israel mengatakan bahwa penyerbuan ke Masjid Al-Aqsa merupakan respons atas adanya kerusuhan.

Kepolisian Israel menuturkan, personel mereka terpaksa masuk ke dalam kompleks setelah adanya agitator mengunci diri di dalam masjid sambil membawa kembang api, tongkat, dan batu.

Baca juga: Usai Bunuh Warga Palestina di Masjid Al-Aqsa, Israel Tembak Mati Pemuda Palestina di Tepi Barat

“Ketika polisi masuk, mereka dilempari batu dan kembang api ditembakkan dari dalam masjid oleh sekelompok besar agitator,” kata pernyataan dari kepolisian Israel.

Kepolisian Israel menambahkan bahwa seorang petugas polisi terluka di kaki.

Kekerasan di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Yerusalem telah melonjak selama setahun terakhir.

Ada kekhawatiran bahwa ketegangan dapat meningkat pada bulan ini, ketika bulan suci Ramadhan bertepatan dengan Paskah Yahudi dan Paskah Kristen.

Gesekan di Kompleks Masjid Al-Aqsa, yang dikenal orang Yahudi sebagai Temple Mount, telah memicu kekerasan dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah kelompok Palestina mengutuk serangan Israel terhadap jemaah di masjid yang mereka gambarkan sebagai kejahatan.

 “Kami memperingatkan pendudukan agar tidak melintasi garis merah di tempat-tempat suci, yang akan menyebabkan ledakan besar,” kata Juru Bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved