Ramadhan 2023

Cara Memaksimalkan Ibadah pada Bulan Ramadhan Bagi Wanita yang Sedang Haid

Meskipun sedang haid, kondisi ini bukanlah penghalang untuk para wanita dalam menjemput berkah ibadah dan pahala.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
YouTube SERAMBINEWS.COM
SERAMBI RAMADHAN - Anggota DPP ISAD Aceh, Nauratul Islami menjadi narasumbuer dalam program Serambi Ramadhan, Kamis (6/4/2023). Program tersebut mengangkat tema "Maksimalkan Ibadah di Bulan Ramadhan Bagi Wanita", dipandu oleh jurnalis Serambi Firdha Ustin. 

Cara Memaksimalkan Ibadah pada Bulan Ramadhan Bagi Wanita yang Sedang Haid

SERAMBINEWS.COM - Wanita haid termasuk golongan yang terhalang untuk berpuasa. Meski demikian, ada sejumlah amalan di bulan Ramadan yang bagi wanita haid agar tetap mendapatkan keberkahan di bulan suci ini.

Haid adalah proses alamiah yang dialami oleh setiap wanita normal.

Namun meskipun sedang haid, kondisi ini bukanlah penghalang untuk para wanita dalam menjemput berkah ibadah dan pahala.

Anggota Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Ustadzah Nauratul Islami mengatakan, justru pada saat inilah Allah memberikan kesempatan penuh kepada wanita untuk me-recharge iman, dan me-refresh jiwa.

Menurutnya, selama ini banyak wanita yang merasa sedih karena haid sehingga tidak maksimal beribadah pada bulan puasa.

"Hal ini dikarenakan mereka beranggapan bahwa dengan datangnya haid dapat meminimalisir ibadah yang dikerjakan. Sehingga akan berkurangnya berkah dan pahala yang didapatkan," ujarnya saat menjadi narasumber program ‘Serambi Ramadhan’, Kamis (6/4/2023) bertepatan dengan 15 Ramadhan 1444 H lalu dipandu oleh jurnalis Serambi, Firdha Ustin.

Baca juga: Ketiduran hingga Lupa Mandi Wajib sampai Matahari Terbit, Batalkah Puasanya? Begini Kata Buya Yahya

Program khusus ini merupakan kerja sama Serambi Indonesia dengan DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh dan didukung penuh oleh Bank Aceh Syariah, disiarkan secara langsung di YouTube dan Facebook Serambinews.com pukul 15.00 WIB.

Dalam kesempatan itu, Ustadzah Nauratul Islami menjelaskan, seharusnya hal tersebut tidak perlu dirisaukan.

Pasalnya, segala sesuatu yang sudah digariskan oleh Allah semua ada hikmahnya.

"Tidak perlu bersedih karena tak bisa menjalankan rangkaian ibadah tertentu di bulan Ramadan. Masih ada sejumlah amalan bagi wanita uzur di bulan Ramadan yang bisa dilakukan. Agar tetap bisa mendapatkan berkah dan ridha Allah," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadzah Nauratul Islami juga membeberkan beberapa amalan yang dapat kita kerjakan saat haid.

Salah satu amalan yang bisa dikerjakan oleh wanita haid ataupun benifas yaitu berzikir.

"Seperti yang sudah masyhur bahwa zikir merupakan ibadah yang bisa diamalkan di mana pun dan kapan saja. Tidak terbatas waktu dan tempat. Mengingat begitu banyak faedah dari zikir tersebut, tentunya sangatlah dianjurkan untuk diamalkan"

Baca juga: Buya Yahya Ungkap Cukup Rutin Melakukan Ibadah Ini Agar Bisa Menggapai Malam Lailatul Qadar

"Pun demikian, sebagaimana yang termaktub dalam berbagai nas kitab, di mana zikir ini lah yang dapat menenangkan hati bagi orang yang membacanya. Juga dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT," imbuhnya.

Tak hanya itu, amalan lainnya yang bisa kita lakukan yaitu bersalawat. 

Salawat merupakan hal yang sangat mudah diamalkan.

Namun di balik ringannya lafaz salawat, ada begitu banyak keutamaan yang akan didapatkan.

Menurutnya, dengan bersalawat akan mendapat syafaat di hari akhirat kelak, pelebur dosa, terijabah doa, hingga terkabulkan segala hajat, dan yang terlebih utama yaitu sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadis.

“Barang siapa yang bersalawat atasku satu kali, maka Allah akan bersalawat kepadanya sepuluh kali”

Baca juga: Hukum Puasa kalau Belum Mandi Junub hingga Lewat Waktu Subuh, Sah? Simak Penjelasan Buya Yahya

"Terlebih lagi kita membacanya di bulan suci ini. Tentunya akan dilipatgandakan berkali-kali," ungkapnya.

Dua amalan di atas merupakan amalan yang sangat mudah untuk kita kerjakan.

Hanya saja sambungnya, itu semua kembali kepada kita, apakah kita mau mengamalkannya ataupun tidak. Bahkan ibadah ini dapat diamalkan oleh para ibu rumah tangga smebari mengerjakan aktivitasnya.

"Tugas kita sebagai hamba hanya berusaha dan berdoa semaksimal mungkin, agar segala ibadan dan amalan yang kita kerjakan diterima oleh Allah Swt. Tidak semata-mata amalan yang sia-sia. Semoga di bulan yang suci ini kita mendapatkan rahmat, maghfirah, dan keampunan dari Allah Swt," pungkasnya.

(Serambinews.com/Firdha Ustin)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved