Minggu, 3 Mei 2026

May Day 2023

Ucap Selamat May Day 2023, Presiden Jokowi: Upskilling dan Reskilling Buruh

Presiden Jokowi singgung soal upskilling dan reskilling buruh bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, Senin (1/5/2023).

Tayang:
Penulis: Sara Masroni | Editor: Taufik Hidayat
BPMI Setpres
Ucap selamat May Day 2023, Presiden Jokowi singgung soal upskilling dan reskilling buruh bertepatan dengan Hari Buruh Internasional, Senin (1/5/2023). 

SERAMBINEWS.COM - Ucap selamat May Day 2023, Presiden Jokowi singgung soal upskilling dan reskilling buruh.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi bertepatan dengan Hari Buruh Internasional atau May Day, Senin (1/5/2023).

Kepala negara itu mengingatkan agar momentum ini dimanfaatkan untuk terus memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan buruh dan pekerja.

"Momentum ini harus kita manfaatkan untuk melindungi hak buruh dan pekerja, serta meningkatkan produktivitas dan daya saing nasional," kata Jokowi dikutip dari laman resmi presiden.

 

 

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Tanah Air harus terus dilakukan.

Baca juga: Sambut May Day 2023, Buruh di Aceh Resah Ada Pekerja Tak Dibayar THR Bertahun-Tahun

Baik melalui pengembangan pendidikan vokasional, hingga peningkatan keterampilan tenaga kerja.

"Upaya upskilling dan reskilling buruh dan tenaga kerja terus dilakukan melalui program prakerja," tutur Presiden Jokowi.

"Serta melalui Balai Latihan Kerja yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, dan industri," tambahnya.

Selain itu, presiden juga mengungkapkan bahwa pemerintah terus berusaha untuk meningkatkan jumlah investasi dari dalam dan luar negeri.

Baca juga: Rasio Kewirausahaan Negara Maju 10-12 Persen, Begini Cara Bikin StartUp Buat Founder Muda

Hal itu dilakukan pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja, mengurangi angka pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan buruh serta tenaga kerja di Tanah Air.

"Sekali lagi, Selamat Hari Buruh Internasional 2023," tutupnya.

Buruh di Aceh Resah

Sambut May Day 2023, buruh di Aceh resah ada pekerja tak dibayar THR bertahun-tahun.

Hal itu disampaikan, Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Aceh, Habibi Inseun bersama rombongan saat berkunjung ke Kantor Serambi Indonesia, Banda Aceh, Jumat (28/4/2023) lalu.

Pihaknya menyampaikan, selama ini masih banyak hak-hak buruh yang belum ditunaikan oleh perusahaan-perusahaan besar di Aceh.

"Masih ada buruh yang belum menerima THR selama dua tahun bahkan bertahun," ungkap Habibi.

Baca juga: Peneliti BRIN Halalkan Darah Muhammadiyah Kini Diborgol, Jadi Pelajaran Hargai Perbedaan

Kemudian sejumlah hak normatif seperti upah yang dibayar di bawah minimum UMK/UMP hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak tanpa sesuai prosedur yang berlaku.

Selanjutnya mengenai pengangguran di Aceh juga masih menjadi masalah yang sama-sama harus didorong untuk dituntas ke depan.

Menyuarakan hal itu, FSPMI Aceh beserta sejumlah serikat pekerja akan turun ke jalan pada peringatan May Day atau Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2023.

Pihaknya menuntut beberapa poin seperti dicabutnya UU Cipta Kerja Omnibus Law, menuntut dicabutnya parliamentary threshold 4 persen sehingga kesempatan demokrasi bagi partai baru bisa untuk berkompetisi di kancah politik.

Kemudian pihaknya menolak RUU Kesehatan dan berusaha memperjuangkan reforma agraria serta kedaulatan pangan di Indonesia agar semakin kuat.

"Selanjutnya di tahun politik ini, kita mendukung calon presiden yang pro terhadap buruh," ungkap Habibi.

"Dan di tingkat daerah, kita akan menyuarakan agar Qanun Ketenagakerjaan Nomor 7 Tahun 2014 yang direvisi segera disahkan sebagai bentuk perlindungan terhadap buruh di Aceh," tambahnya.

Baca juga: Hujan hingga Petir, Prakiraan Cuaca di Jakarta, Bandung dan Kota Besar Lainnya, Selasa 2 Mei 2023

Buruh lainnya, Usman S menyampaikan, agar semua pihak termasuk pemerintah membela serta melindungi hak-hak buruh supaya tidak terzalimi terus-terusan.

Hak-hak tersebut termasuk soal THR dan upah para pekerja di Aceh.

"Kita bukan juga menuntut penjual kue bayar THR karyawan, tapi ini perusahaan-perusahaan besar," kata Usman.

Amanah buruh dalam May Day tahun ini agar hak kepentingan untuk pekerja seperti upah layak dan pekerjaan layak bisa tertunaikan dengan baik.

"Kemudian banyak perusahaan yang tidak punya Peraturan Perusahaan, ini harus jadi evaluasi ke depan," tambahnya.

Aksi May Day di Aceh pada 1 Mei digelar dengan titik kumpul depan Masjid Raya Baiturrahman, menuju Simpang 5 lalu ke Gedung DPRA dan direncanakan ke Pendopo Gubernur Aceh.

Baca juga: Cek Sekarang! Harga Emas di Banda Aceh Hari Ini per Mayam dan Harga Emas Antam, Senin 1 Mei 2023

Serambi Beri Ruang Buruh Bersuara

Sementara News Manajer Serambi Indonesia, Bukhari M Ali mengapresiasi para buruh dalam menyuarakan hak-haknya di Aceh.

"Kita berharap ada perubahan ke depan, kami sediakan panggung terhadap aliansi buruh dan bersama-sama menyuarakan persoalan ini, soal didengar atau tidak itu urusan lain," kata Bukhari dalam sambutannya.

News Manajer Serambi Indonesia itu juga menyoroti soal ada pekerja yang belum menerima THR dari perusahaan tempatnya bekerja.

"Termasuk soal THR yang tidak dibayar, ini pelanggaran hak asasi, harus disuarakan," kata Bukhari.

Pihaknya berharap buruh terus bersuara, termasuk dengan itikad baik masuk ke politik dan parlemen.

"Di luar negeri partai buruh besar, kenapa di sini tidak, kita pertanyakan juga kenapa," ungkap Bukhari.

"Untuk itu, kita sangat apresiasi bila ada perwakilan buruh bisa masuk ke politik karena suaranya bisa lebih didengar bila berada di tampuk kekuasaan," pungkasnya.

(Serambinews.com/Sara Masroni)

BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved