Info Singkil

Berpetualang ke Hutan Rawa Singkil Via Kuala Baru, Melihat Orangutan Sambil Merasakan Tetes Bajakah 

Jalurnya mudah saja setelah melewati permukiman penduduk dari pinggir jalan Kuala Baru-Buluseuma, tinggal belok kanan masuk ke jalan perkebunan warga.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Orangutan bergelantung di pohon yang ada di pinggiran hutan Rawa Singkil di kawasan Kuala Baru, Aceh Singkil. Foto direkam 2019 lalu. 

Jalurnya mudah saja setelah melewati permukiman penduduk dari pinggir jalan Kuala Baru-Buluseuma, tinggal belok kanan masuk ke jalan perkebunan warga. Selanjutnya belok kiri memasuki jalan kecil.

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Berpetualang ke hutan Rawa Singkil, di Kabupaten Aceh Singkil, tak hanya melalui Lae Treup dari sungai Desa Teluk Rumbia dan Rantau Gedang. 

Hutan Rawa Singkil, bisa ditembus melalui jalur darat dari Kecamatan Kuala Baru. 

Jalurnya mudah saja setelah melewati permukiman penduduk dari pinggir jalan Kuala Baru-Buluseuma, tinggal belok kanan masuk ke jalan perkebunan warga. Selanjutnya belok kiri memasuki jalan kecil.

Jika sudah menemui pohon maloko menjulang besar, belok kanan untuk masuk ke dalam hutan. Dari titik itulah petualangan ke dalam hutan Rawa Singkil dimulai. 

Jangan buru-buru, sebaiknya pelankan langkah kaki, tajamkan mata. Pohon malako tinggi besar merupakan tempat orangutan Sumatera bergelantungan. 

Siapa tahu Anda sedang beruntung bisa melihat orangutan liar dari jarak dekat.

Baca juga: Seratusan Personel Polres Aceh Utara Pemegang Senjata Api Dites Psikologi Tim Polda Aceh 

Di pinggir hutan juga banyak pohon madu berukuran menjulang tinggi. Warga lokal menyebutnya pohon madu, lantaran di pohon itu kerap lebah bersarang. 

Sarang lebah tersebut dalam waktu tertentu dipanen warga. Inilah yang membuat Kuala Baru, dikenal sebagai penghasil madu.

Masuk ke bagian dalam hutan, kayu bajakah yang dipercaya berhasiat obati kangker dan tumor ganas segera ditemukan. 

Kayu bajakah sempat viral setelah tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, meraih juara dunia atas temuan obat penyembuh kanker dengan bahan baku alami berupa batang pohon tunggal atau dalam bahasa dayak disebut dengan bajakah.

Bajakah ternyata mudah saja ditemukan di hutan Rawa Singkil. Petualang bisa merasakan tetesan air yang ke luar dari bajakah.

Orang Aceh Singkil, saat masa kayu log berjaya kerap meminum air yang keluar dari bajakah untuk melepas dahaga di tengah hutan.

Baca juga: Buruan! Pemutihan Pajak Kendaraan di Aceh Diperpanjang Sampai Akhir Juni 2023

Di hutan rawa Singkil, puluhan suara jenis burung menjadi penghibur. Aneka jenis pohon yang menjadi kanopi alam masih cukup terjaga. 

Pastikan kondisi fisik prima ketika berpetualang ke dalam hutan Rawa Singkil. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved