Kebakaran di Aceh Tamiang

Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran di Aceh Tamiang, Kerugian Ditaksir Rp 200 Juta

“Menurut warga, listrik dari penggilingan bakso menempel di dinding rumah korban, sehingga langsung menyambar apinya,” kata Kepala Pelaksana BPBD...

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
Dok BPBD
Kondisi rumah di Kotalintang, Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang saat diamuk si jago merah, Senin (8/5/2023) sore. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Satu unit rumah yang dihuni tiga keluarga di Kotalintang, Kota Kualasimpang, Aceh Tamiang hangus diamuk api, Senin (8/5/23023) sore.

Dugaan awal musibah ini, akibat arus pendek listrik pada sebuah gudang penggilingan bakso yang berada di samping rumah korban.

Kebakaran ini terjadi sore hari menjelang Magrib di kawasan permukiman padat penduduk.

Lokasi kejadian yang berada di gang sempit, menyulitkan armada pemadam kebakaran menjangkau titik api.

Berdasarkan keterangan warga setempat, rumah yang dihuni tiga keluarga, masing-masing Sukidi (57), Sutrisno (42) dan Sukardi (69) itu diamuk api yang berasal dari arus pendek listrik.

Korsleting listrik ini sendiri sebenarnya terjadi pada sebuah gudang penggilingan bakso yang berada di samping rumah korban.

“Menurut warga, listrik dari penggilingan bakso menempel di dinding rumah korban, sehingga langsung menyambar apinya,” kata Kepala Pelaksana  BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery melalui Kasi Damkar, Doni Indrawan.

Doni menambahkan, kondisi rumah korban yang terbuat dari kayu membuat amukan api langsung membesar.

“Api langsung membesar karena rumah terbuat dari kayu,” kata dia.

Baca juga: Ini Dugaan Pemicu Kebakaran di Permukiman Padat Penduduk, Berawal Korslet Listrik Penggilingan Bakso

Kabid Darlog BPBD Aceh Tamiang, Bambang Supriyanto menjelaskan dalam musibah ini pihaknya mengerahkan empat unit armada pemadam kebakaran dan dukungan satu unit tangki air. 

Diakuinya proses pemadaman sedikit terkendala, karena lokasi rumah berada di gang sempit.

“Dalam hal ini kami mendapat dukungan dari warga dan petugas TNI Polri, sehingga api bisa dipadamkan, sebelum merembet ke rumah lain,” kata Bambang.

Saat ini keluarga korban sudah mengungsi karena dampak kebakaran ini membuat fisik rumah sudah tidak bisa dihuni. 

Berdasarkan hitungan awal, musibah ini telah menyebabkan kerugian materi Rp 200 juta. (*)

Baca juga: Satu Toko Kelontong di Gandapura Bireuen Nyaris Terbakar, Sebagian Isinya Tak Bisa Diselamatkan

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved